Tragedi Pesawat Mandala Jatuh di Permukiman Warga, 5 September 2005

Sekitarbandung.com – Pada 5 September 2005, Indonesia kembali dilanda duka mendalam akibat kecelakaan penerbangan yang menewaskan ratusan orang. Pesawat Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI

Dicky Wicaksono

Tragedi Pesawat Mandala Jatuh di Permukiman Warga, 5 September 2005
Tragedi Pesawat Mandala Jatuh di Permukiman Warga, 5 September 2005

Sekitarbandung.com – Pada 5 September 2005, Indonesia kembali dilanda duka mendalam akibat kecelakaan penerbangan yang menewaskan ratusan orang.

Pesawat Mandala Airlines dengan nomor penerbangan RI 091 jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Polonia, Medan, Sumatra Utara, dan menghantam kawasan permukiman padat penduduk.

Pesawat jenis Boeing 737-200 tersebut dijadwalkan terbang menuju Jakarta dengan membawa penumpang dan awak kabin.

Namun, tak lama setelah mengudara, pesawat gagal mencapai ketinggian yang seharusnya. Dalam hitungan menit, pesawat jatuh dan meledak di depan rumah-rumah warga, memicu kebakaran besar di sekitar lokasi kejadian.

Insiden ini menyebabkan ratusan korban jiwa, tidak hanya dari dalam pesawat, tetapi juga warga di darat yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Suasana di lokasi kejadian berubah menjadi kepanikan, dengan puing-puing pesawat berserakan dan api membumbung tinggi.

Baca Juga: Kisah 189 Penumpang Pesawat Lion Air yang Terjebak dalam Penerbangan Tragis 29 Oktober 2018

Tim penyelamat dari berbagai unsur segera dikerahkan untuk mengevakuasi korban dan memadamkan api. Namun, proses evakuasi berjalan sulit karena besarnya ledakan dan kondisi puing yang terbakar. Sejumlah rumah, kendaraan, serta fasilitas umum di sekitar lokasi mengalami kerusakan parah.

Hasil investigasi kemudian mengungkap bahwa kecelakaan tersebut dipicu oleh kesalahan prosedur saat lepas landas, di mana konfigurasi pesawat tidak sesuai standar penerbangan. Kondisi ini menyebabkan pesawat tidak memiliki daya angkat yang cukup untuk terbang dengan aman.

Tragedi Mandala Airlines RI 091 menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam sejarah Indonesia.

Peristiwa ini juga mendorong evaluasi besar-besaran terhadap standar keselamatan penerbangan nasional, termasuk pengawasan maskapai dan kesiapan awak pesawat.

Hingga kini, tragedi yang terjadi pada 5 September 2005 tersebut masih dikenang sebagai pengingat pentingnya keselamatan penerbangan, sekaligus duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Pesawat Tempur Dassault Rafale Segera Tiba, KSAU Tinjau Lanud Roesmin Nurjadin

Related Post

Tinggalkan komentar