Uang Seratus Ribu Cukup untuk Beli Apa Saja?

Sekitarbandung.com – Dahulu uang seratus ribu bisa untuk jajan banyak. Namun sekarang, uangnya sama, tetapi kok rasanya berbeda? Yuk, kita bahas pelan-pelan! Itu bukan boros,

Dicky Wicaksono

Uang Seratus Ribu Cukup untuk Beli Apa Saja?
Uang Seratus Ribu Cukup untuk Beli Apa Saja? (Foto/Canva)

Sekitarbandung.com – Dahulu uang seratus ribu bisa untuk jajan banyak. Namun sekarang, uangnya sama, tetapi kok rasanya berbeda? Yuk, kita bahas pelan-pelan!

Itu bukan boros, tetapi merupakan fenomena ekonomi yang disebut inflasi, yaitu kenaikan harga barang dan jasa secara umum.

Kenaikan harga barang dan jasa tersebut disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Permintaan barang/jasa tinggi (misalnya karena momen Lebaran).
  • Ketersediaan barang/jasa terbatas (misalnya karena gagal panen).
  • Biaya produksi dan distribusi naik (misalnya karena kenaikan harga BBM).

Apakah inflasi berbahaya? Tentu saja tidak. Inflasi itu normal selama masih terkendali.

Justru inflasi memiliki beberapa manfaat bagi pertumbuhan ekonomi. Apa saja manfaat dari inflasi?

1. Ekonomi bergerak

Saat harga naik secara wajar, orang cenderung tidak menunda belanja karena khawatir harga akan terus naik dan tetap melakukan transaksi. Jadi, uang terus “berputar” di masyarakat.

Contoh: jika orang yakin harga beras akan naik bulan depan, maka mereka akan membeli sekarang dan pasar menjadi ramai.

Baca Juga: Disnaker Kota Bandung Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan Biaya Gratis, Berikut Syarat dan Ketentuannya!

2. Usaha berkembang

Jika harga jual naik, maka pendapatan usaha ikut meningkat. Pelaku usaha bisa mendapatkan keuntungan lebih besar.

Keuntungan ini bisa digunakan untuk menambah produksi, membuka cabang, atau melakukan inovasi produk.

Contoh: jika harga masakan di warung makan naik sedikit, pembeli tetap banyak. Pemilik warung bisa menambah menu atau membuka cabang.

3. Buka lapangan kerja

Saat usaha berkembang, kebutuhan tenaga kerja ikut meningkat. Jika produksi meningkat dan cabang bertambah, maka pasti membutuhkan karyawan baru.

Contoh: jika permintaan produk makanan naik, produksi akan ditambah. Secara otomatis perusahaan akan merekrut karyawan baru.

Dengan memahami inflasi, masyarakat diharapkan bisa lebih bijak dalam mengatur keuangan serta tidak langsung menyimpulkan bahwa penurunan daya beli semata-mata karena kebiasaan boros.

Oleh karena itu, penting untuk terus meningkatkan literasi ekonomi agar dapat menghadapi perubahan harga dengan lebih tenang dan tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Mengapa Indomaret dan Alfamart Sering Buka Bersebelahan? Kebetulan atau Memang Strategi?

Related Post

Tinggalkan komentar