sekitarbandung.com – Di balik kehidupan sederhana di Panti Asuhan Darul Hadlonah Muslimat NU Purworejo, Magelang, tumbuh semangat luar biasa dari seorang remaja bernama Usfina Aliffia. Ia bukan hanya siswi biasa di SMK Maarif NU Bener, melainkan penulis novel dari panti asuhan yang berhasil menyusun karya setebal 300 halaman semuanya hanya lewat layar ponsel.
Baca Juga: Cara Daftar Kartu Prakerja Bandung: Panduan 2025
Menulis Jadi Terapi dan Jalan Hidup
Bagi Usfina Aliffia penulis novel dari panti asuhan, menulis bukan sekadar aktivitas, tapi jalan hidup yang menyelamatkan. Ia mulai menulis dari cerpen berjudul “Untukmu yang Tertinggal di Ingatan”, yang berkisah tentang kehilangan dan rindu yang membekas.
“Awalnya iseng nulis cerpen di HP. Nggak nyangka nyaman dan keterusan jadi novel,” ungkap Usfina.
Cerpen itu bahkan memenangkan lomba menulis dan membuka jalannya ke dunia literasi yang lebih luas.
Konsisten Meski Hidup Dalam Keterbatasan
Menulis di panti asuhan tidak mudah. Usfina Aliffia penulis novel dari panti asuhan ini harus menghadapi:
-
Terbatasnya kuota internet
-
Seringnya listrik padam
-
Tidak memiliki ruang pribadi untuk menulis
-
Mengetik hanya lewat HP tanpa laptop
Namun, ia tetap disiplin menulis setiap hari, menargetkan satu halaman selesai setiap malam.
Cita-Cita Punya Laptop dan Blog Sendiri
Meski telah menghasilkan karya luar biasa, Usfina punya mimpi sederhana:
“Kalau punya laptop, saya mau bikin blog untuk puisi dan cerpen. Ingin jadi penulis beneran.”
Laptop akan memudahkannya mengedit tulisan, mencari referensi, serta mengelola karya di platform digital.
Dapat Dukungan dari Keluarga Panti
Pengelola panti, Muhammad Naim, menyebut Nana sebagai inspirasi bagi anak-anak panti lainnya.
“Ia bukti nyata bahwa anak panti juga punya potensi besar. Kami selalu dorong mereka untuk percaya diri.”
Teman-teman dan pengurus panti juga rutin membantu Usfina memberikan masukan atas tulisannya.
Menulis sebagai Suara Anak Panti
Lebih dari sekadar mencurahkan isi hati, Usfina Aliffia penulis novel dari panti asuhan ingin menjadi representasi bahwa anak-anak panti punya mimpi dan layak diperhitungkan.
“Saya ingin tulisan saya menginspirasi. Biar semua tahu, hidup di panti bukan halangan untuk sukses,” ucapnya penuh keyakinan.
Sumber Resmi
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

