Wall Street Menggeliat! Dow Jones Tembus 42.500, Investor Lirik Data Tenaga Kerja

sekitarbandung.com – Bursa saham Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatannya. Wall Street Menggeliat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/6) waktu setempat, seiring meningkatnya optimisme investor terhadap

sekitarbandung.com – Bursa saham Amerika Serikat kembali menunjukkan kekuatannya. Wall Street Menggeliat ditutup menguat pada perdagangan Selasa (2/6) waktu setempat, seiring meningkatnya optimisme investor terhadap arah ekonomi AS dan kemajuan dalam negosiasi tarif yang melibatkan pemerintahan Presiden Donald Trump dan mitra dagang utama, China.

Indeks utama seperti Dow Jones Industrial Average (DJI) melonjak 214,16 poin atau sekitar 0,51 persen ke level 42.519,64. Indeks S&P 500 turut menguat 34,43 poin (0,58 persen) ke posisi 5.970,37. Sementara itu, indeks Nasdaq Composite memimpin penguatan dengan lonjakan 156,34 poin atau 0,81 persen dan ditutup di level 19.398,96.

Penguatan tersebut sekaligus menandai sesi positif bagi ketiga indeks besar Wall Street, setelah dalam beberapa hari terakhir sempat diliputi kekhawatiran akan kemungkinan perlambatan ekonomi global.

Baca juga : Harga Emas Hari Ini Naik Tajam di Bandung dan Cimahi

Sektor teknologi, khususnya saham-saham chip, menjadi penopang utama reli pasar. Hal ini dipicu kabar dari Gedung Putih bahwa Presiden Donald Trump kemungkinan akan melakukan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping dalam waktu dekat. Agenda pembicaraan keduanya akan difokuskan pada penyelesaian sengketa dagang yang telah berlangsung bertahun-tahun dan mempengaruhi stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, harga emas justru melemah setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam empat pekan terakhir. Penguatan nilai tukar dolar AS menjadi penyebab utama koreksi harga emas tersebut.

“Sulit untuk memastikan penyebab utama penguatan pasar hari ini,” ujar Chuck Carlson, CEO Horizon Investment Services yang berbasis di Indiana. “Namun tampaknya investor mulai merasa lebih tenang bahwa ekonomi AS tidak sedang menuju resesi besar. Banyak dari mereka mungkin sedang melakukan aksi spekulatif menjelang rilis data tenaga kerja akhir pekan ini.”

Tensi perdagangan global masih menjadi perhatian utama. Pemerintahan Trump diketahui telah memberi tenggat waktu kepada sejumlah negara untuk menyampaikan proposal tarif terbaru hingga Rabu (4/6). Namun, tarik-ulur negosiasi yang berlangsung terus-menerus menimbulkan ketidakpastian, mendorong banyak ekonom memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan ke depan.

Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD) menyampaikan peringatan bahwa perlambatan ekonomi global bisa jauh lebih parah dari yang diperkirakan sebelumnya. Dalam laporan terbarunya, OECD menyebutkan bahwa meningkatnya proteksionisme dan hambatan perdagangan dapat mendorong inflasi serta mengganggu rantai pasok internasional.

Fokus investor kini tertuju pada laporan ketenagakerjaan bulanan AS yang akan diumumkan Jumat mendatang. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Reuters, diperkirakan ekonomi AS menambah sekitar 130.000 lapangan kerja selama Mei, sementara tingkat pengangguran tetap stabil di level 4,2 persen.

Kondisi ini turut memengaruhi pergerakan pasar valuta asing. Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama termasuk euro dan yen, naik 0,71 persen ke level 99,28. Sementara itu, euro tertekan hingga turun 0,62 persen dan diperdagangkan pada posisi USD 1,137.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah AS bertenor panjang bergerak turun tipis. Imbal hasil obligasi 10 tahun berada di level 4,452 persen, sedikit melemah dari sesi sebelumnya. Obligasi 30 tahun juga mengalami penurunan ke 4,9769 persen. Adapun obligasi jangka pendek dua tahun—yang sensitif terhadap arah suku bunga The Fed—naik tipis ke 3,953 persen.

Dengan latar belakang ini, investor global bersiap untuk volatilitas yang lebih tinggi menjelang akhir pekan. Data ketenagakerjaan menjadi indikator penting bagi pasar untuk menakar langkah Federal Reserve selanjutnya.

baca juga : Tips Investasi Pemula untuk Warga Bandung agar Cepat Bebas Finansial

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar