sekitarbandung.com – Sejumlah warga di Pangaritan, Kelurahan Cipadung Wetan, Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung, Kamis (16/10/2025) sore melakukan aksi setelah adanya dugaan tindak pelecehan seksual yang dilakukan oleh dugaan guru ngaji.
Massa aksi ada yang membawa flyer bertuliskan ‘kami menolak praktek cabul berkedok pengobatan’, ‘tak ada tempat untuk ustaz cabul’, dan ‘usir ustaz cabul dari Pangaritan’.
Massa aksi pun berjalan bersama-sama masuk ke dalam gang yang berlokasi di RT 3/4. Mereka berjalan sekitar 100 meter dari titik kumpul menyusuri gang sempit.
Guru ngaji yang diduga melakukan pencabulan itu berinisial U.
Massa aksi pun sempat mendapat arahan dari pihak kelurahan dan kepolisian untuk tak melakukan tindakan-tindakan anarkis.
Tetapi, massa aksi pun mendesak agar dugaan kasus ini diusut tuntas.
Salah seorang warga, Anang (47) menyampaikan terduga pelaku ini ustaz yang juga membuka jasa pengobatan tradisional. Katanya, praktek itu sudah dilakukan sejak 2010.
“Dia (terduga) mengaku bisa mengobati berbagai macam penyakit. Tapi, saya enggak tahu kebenarannya. Modus yang digunakan itu, saat korban sedang melakukan pengobatan, ketika itu terduga melancarkan aksinya,” katanya.
Disinggung seperti apa aksinya, Anang menyebut semisal meminta untuk membuka baju dan terduga melakukan pelecehan di lantai dua rumahnya.
Baca juga : BGN Soroti Dapur MBG Cisarua yang Tak Penuhi Standar Kebersihan
“Jumlah korban ada sekitar 10 orang. Kami menduga ada korban lainnya yang masih enggan bersuara. Dugaan pelecehan ini sudah dilaporkan ke kepolisian dan kasusnya masih diproses,” katanya.
Kapolsek Panyileukan, Kompol Kurnia menyebut kasus dugaan pelecehan seksual tersebut sedang ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

