Warga Perumahan ASI Desak PT MSU Segera Perbaiki Jalan Rusak

sekitarbandung.com – Dekade penduduk kompleks perumahan Alam Sanggar Indah (ASI) yang berada di Kampung Citapen, wilayah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar demonstrasi pada hari

Acsyara Aulia

Warga Perumahan ASI Desak PT MSU Segera Perbaiki Jalan Rusak

sekitarbandung.com – Dekade penduduk kompleks perumahan Alam Sanggar Indah (ASI) yang berada di Kampung Citapen, wilayah Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menggelar demonstrasi pada hari Senin tanggal 30 Juni tahun depan.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes kepada pengembang, yaitu PT Multi Sanggar Utama (MSU), karena tanggapan yang lambat dari pihak developer dalam mengatasi kerusakan jalan sepanjang 800 meter yang telah menyebabkan beberapa kali kecelakaan.

Arif Mulyawan, selaku Ketua Forum Prasarana, Sarana dan Utilitas Umum (PSU) Perum ASI, menyatakan bahwa masyarakat sudah sejak lama menantikan realisasi dari janji pembenahan yang sampai saat ini masih belum terpenuhi.

Baca juga : Rumah Warga Bandung Mendadak Direnovasi Gratis Senilai 25 Juta! Cek Syaratnya Sekarang!

“Aksi ini adalah bentuk kekecewaan kami yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Jalanan yang rusak itu sangat berbahaya, khususnya di bagian tanjakan dan sekitar pintu masuk. Bahkan beberapa waktu lalu ada warga yang mengalami kecelakaan,” ujar Arif ketika ditemukan di tempat kejadian.

Ia menyebutkan bahwa bagian jalan yang paling mendesak penanganannya mencapai sekitar 200 meter, termasuk 60 meter persis di depan pintu masuk utama kawasan perumahan. Karena situasi ini, masyarakat dari lima RT—yang terdiri dari wilayah dalam dan luar komplek—bersatu padu menggalang dana secara gotong royong guna memperbaikinya.

“Kami telah menghimpun dana sekitar Rp80 juta dalam kurun waktu 1,5 bulan melalui iuran warga di wilayah RW 10, RW 12, RW 13, serta RW 02 Tanjungwangi, dan RW 05 Bojong,” katanya.

Menurutnya, jalan ini masih merupakan kewajiban developer lantaran belum secara resmi diserahterimakan kepada pemerintah setempat. Karena hal itu, masyarakat meminta agar pengembang secepatnya melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya.

Pengembang dari PT MSU akhirnya memberikan tanggapan atas protes yang dilayangkan oleh masyarakat sekitar. Bahkan pemilik perusahaan secara langsung datang menemui penduduk setempat dan berkomitmen untuk memulai proses perbaikan dalam waktu dua minggu mendatang.

“Kami menghargai kehadiran owner yang bersedia berdialog secara langsung. Namun demikian, kami tetap akan memantau jalannya proses teknis,” katanya.

Penduduk berharap bahwa masa musim kemarau ini bisa digunakan semaksimal mungkin sehingga proses pembenahan dapat berlangsung dengan baik. Selain itu, mereka menuntut supaya developer tidak lagi menunda-nunda pekerjaan, karena keselamatan para pengemudi yang melintas di sana dipertaruhkan.

“Jika pembenahan hanya dikerjakan ketika musim hujan tiba, semuanya bakal percuma kembali. Kami tak mau ada lagi jatuhnya korban,” tekannya dengan tegas.

Masih Tanggung Jawab Developer

Secara terpisah, Public Relations PT MSU, Benny Mandala Nugraha, mengonfirmasi bahwa pemeliharaan jalan masih tertunda akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat sebelumnya. Dia menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan masyarakat serta forum terkait guna memilih cara perbaikan yang sesuai.

“Musim hujan yang lalu menghambat pekerjaan. Kini kondisi cuaca telah membaik, sehingga kami bisa mempercepat proses pembenahan,” kata Humas PT MSU, Benny Mandala Nugraha.

Baca juga : 12 Rumah Di Perumahan Elite Ambrol Di Bandung Barat. Pemkab Minta Proyek Dihentikan

Benny menegaskan bahwa meskipun besaran biaya perbaikan masih belum dapat dipastikan lantaran Rancangan Anggaran Belanja (RAB) belum tersedia, kerusakan yang terdapat pada bagian gerbang sampai dengan area tanjakan akan dijadikan sebagai fokus utama penanganan.

“Keadaan tersebut sangat mendesak karena jalan beraspal sebelumnya mudah rusak disebabkan oleh air yang menggenang dari area persawahan. Kami tetap sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kawasan perumahan ini,” tekannya dengan tegas.

Mengenai metode perbaikannya, apakah akan menggunakan cor atau aspal, hal tersebut akan didiskusikan kembali dengan masyarakat sambil memperhatikan keuntungan serta risiko yang mungkin timbul.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar