Waspada Bahaya Kemasan Pangan Sekali Pakai, Kenali Dampak Buruknya Bagi Kesehatan dan Lingkungan

Sekitarbandung.com – Praktik penggunaan kemasan wadah makanan sekali pakai, seperti styrofoam untuk makanan berkuah panas atau kertas koran bekas sebagai alas makanan, masih sering dijumpai

Dicky Wicaksono

Waspada Bahaya Kemasan Pangan Sekali Pakai, Kenali Dampak Buruknya Bagi Kesehatan dan Lingkungan (Instagram/@bdg.dlh)
Waspada Bahaya Kemasan Pangan Sekali Pakai, Kenali Dampak Buruknya Bagi Kesehatan dan Lingkungan (Instagram/@bdg.dlh)

Sekitarbandung.com – Praktik penggunaan kemasan wadah makanan sekali pakai, seperti styrofoam untuk makanan berkuah panas atau kertas koran bekas sebagai alas makanan, masih sering dijumpai di lingkungan masyarakat.

Penting untuk diwaspadai bahwa bahaya dari penggunaan kemasan yang tidak sesuai standar pangan (food grade) merupakan fakta ilmiah. Apa saja itu? Simak penjelasannya berikut ini!

Kertas Koran untuk Pindang

Fakta Ilmiah

Tinta cetak pada koran mengandung logam berat beracun, seperti timbal (Pb). Karena ikan pindang kondisinya basah dan sedikit berminyak, tinta koran akan luntur dan menyerap langsung ke daging ikan dengan sangat cepat.

Risikonya

Logam berat yang termakan tidak bisa dicerna tubuh. Dalam jangka panjang, tumpukan timbal ini bisa merusak fungsi ginjal, hati, dan sistem saraf. Selain itu, koran bekas penuh bakteri karena sudah berpindah dari tangan ke tangan.

Solusi Terbaik

Pastikan penjual membungkus ikan pindang sepenuhnya dengan daun pisang atau plastik food grade bening (bukan koran). Lebih mantap lagi jika kamu membawa kotak makan (misting) sendiri saat berbelanja ke pasar.

Styrofoam untuk Seblak

Fakta Ilmiah

Styrofoam terbuat dari polystyrene. Wadah ini memiliki “tiga musuh utama”: suhu panas, lemak/minyak, dan asam (seperti cuka atau jeruk nipis).

Risikonya

Kombinasi kuah seblak yang panas, berminyak, dan asam memicu residu stirena bermigrasi (luruh) ke dalam makanan.

Paparan stirena secara terus-menerus berisiko mengganggu sistem reproduksi dan memicu kanker. Ditambah lagi, styrofoam membutuhkan ratusan tahun untuk terurai di TPA Sarimukti.

Solusi Terbaik

Bawa misting (kotak makan) sendiri dari rumah. Jauh lebih aman, lebih bersih, dan membantu mengurangi volume sampah Kota Bandung.

Kuah Panas Plastik Bening

Fakta Ilmiah

Tidak semua plastik bening tahan panas (food grade/HDPE). Banyak yang menggunakan plastik biasa (LDPE) dengan titik leleh rendah.

Risikonya

Saat kuah mendidih dituang langsung, ikatan kimia pada plastik biasa bisa rusak (leaching) dan zat pelentur plastiknya luruh menyatu dengan kuah.

Solusi Terbaik

Tunggu kuah agak hangat sebelum dibungkus. Lebih aman lagi, bawa rantang mini atau food jar sendiri saat membeli makanan berkuah.

Baca Juga: Tips Hadapi Cuaca yang Tidak Menentu Saat Puasa

Kresek Hitam Daur Ulang

Fakta Ilmiah

Kantong kresek hitam umumnya merupakan plastik daur ulang “kasta terendah”. Riwayat bahan bakunya tidak jelas (bisa berasal dari limbah pabrik atau medis) dan ditambahkan zat pewarna pekat.

Risikonya

BPOM RI telah memperingatkan bahwa kresek hitam sangat berbahaya jika bersentuhan langsung dengan makanan siap santap, apalagi yang panas. Zat karsinogenik (pemicu kanker) dari pewarna dan sisa limbah bisa menempel pada makanan.

Solusi Terbaik

Jangan pernah membiarkan makanan terbuka bersentuhan langsung dengan kresek hitam. Selalu bawa totebag atau tas belanja sendiri (reusable bag) ke mana pun kamu pergi.

Plastik Bening Buah Potong

Fakta Ilmiah

Saat buah dikupas, kulit pelindung alaminya hilang. Dibungkus dalam plastik tipis yang lembap dan dipajang berjam-jam di suhu ruang (atau terkena terik matahari), buah mengalami oksidasi sangat cepat.

Risikonya

Risiko utamanya bukan bahan kimia plastik, melainkan bakteri. Suhu hangat di dalam plastik berembun menjadi tempat favorit bakteri berkembang biak yang bisa memicu sakit perut atau diare.

Selain itu, panas dan cahaya matahari membuat nutrisi (terutama vitamin C) cepat rusak. Jangan lupakan juga, plastik-plastik kecil ini menyumbang tumpukan sampah sekali pakai yang sulit didaur ulang.

Solusi Terbaik

Paling aman membeli buah utuh di pasar dan memotongnya sendiri di rumah. Jika ingin membeli buah potong, cari penjual yang baru memotong buah saat dipesan, dan jangan ragu menyodorkan misting (kotak makan) andalanmu.

Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung melalui unggahan akun Instagram @bdg.dlh pada Senin (2/3/2026) mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri membawa wadah makan dan botol minum sendiri dari rumah.

“Mari mulai kebiasaan baik dengan membawa wadah makan dan botol minum mandiri dari rumah. Satu langkah kecil kamu sangat berarti untuk melindungi tubuh dari paparan zat kimia berbahaya,” tulisnya dalam unggahan.

Baca Juga: 5 Makanan Khas Sunda yang Selalu Jadi Favorit Buka Puasa

Related Post

Tinggalkan komentar