Wolbachia Diperluas! Pemkot Bandung Targetkan 3 Kecamatan Baru Demi Tekan DBD

sekitarbandung.com – Wolbachia Bandung kini menjadi senjata utama Pemerintah Kota Bandung dalam memerangi demam berdarah dengue (DBD). Setelah sukses di Kecamatan Ujungberung, kini Pemkot siap

Aracely Azwa

Wolbachia Bandung

sekitarbandung.com – Wolbachia Bandung kini menjadi senjata utama Pemerintah Kota Bandung dalam memerangi demam berdarah dengue (DBD). Setelah sukses di Kecamatan Ujungberung, kini Pemkot siap memperluas program ini ke tiga kecamatan tambahan, dimulai dari Kiaracondong.

Program Wolbachia Bandung Terbukti Efektif

Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, mengatakan bahwa pendekatan berbasis teknologi ini telah berhasil menurunkan populasi nyamuk penyebar DBD di Ujungberung. “Alhamdulillah, program wolbachia di Ujungberung berjalan baik. Sekarang giliran Kiaracondong, dan dua kecamatan lain menyusul,” ungkap Erwin di Jalan Diponegoro, Rabu (9/7/2025).

Metode ini menggunakan nyamuk jantan yang disuntik bakteri Wolbachia. Saat nyamuk tersebut kawin dengan betina Aedes aegypti, keturunannya tidak mampu menularkan virus dengue.

“Generasi nyamuk baru yang terbentuk menjadi non-penular,” jelas Erwin.

Baca Juga: Fakta! Lampu Stadion Jalak Harupat Padam Saat Laga Oxford vs Arema – Piala Presiden 2025 Gagal Total?

Data Kasus dan Target Penurunan DBD di Bandung

Hingga pertengahan 2025, tercatat 1.653 kasus DBD di Kota Bandung, dengan 4 kasus meninggal dunia. Meski tingkat kematian di bawah 1 persen, Pemkot bertekad menekan angka tersebut lebih jauh.

“Kami ingin nol korban jiwa. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua pihak,” ujar Erwin.

Untuk mendukung ini, program Wolbachia Bandung akan melibatkan kolaborasi lima pilar atau konsep pentahelix: akademisi, masyarakat, pelaku usaha, media, dan pemerintah.

Pentingnya Edukasi dan PSN 3M Plus

Pemkot Bandung terus menekankan pentingnya penerapan prinsip 3M Plus dalam upaya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN):
Menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, dan memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk Aedes aegypti.

Langkah ini diperkuat dengan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar pola hidup bersih dan sehat menjadi budaya kolektif.

Informasi lengkap mengenai langkah 3M Plus dapat Anda baca langsung di laman resmi Kementerian Kesehatan RI:
👉 Pemberantasan Sarang Nyamuk dengan 3M Plus – ayosehat.kemkes.go.id

Sinergi dengan Layanan Puskesmas dan Penataan Kota

Selain pengendalian DBD, program ini juga dikombinasikan dengan layanan cek kesehatan gratis di seluruh puskesmas. Erwin menyatakan bahwa pelayanan tersebut terbuka bagi seluruh warga Bandung, tanpa batasan wilayah.

Di sisi lain, Pemkot juga menata kembali kawasan kota, termasuk zona merah PKL dan tempat pembuangan sampah liar seperti di Baladewa dan Pasar Cihaurgelis. Kawasan ini kini difungsikan sebagai lahan parkir serta tempat pengolahan maggot dan insinerator.

“Kami ingin Bandung yang sehat, tertib, dan berkelanjutan. Itu komitmen kami,” tutup Erwin.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar