Sekitarbandung.com – Menurut laporan Plastic Overshoot Day tahun 2025 dari EA-Earth Action, diperkirakan sekitar 72 juta ton sampah plastik tidak terkelola dengan baik sepanjang tahun 2025.
Dalam laporan itu diketahui sebanyak 12 negara menyumbang sekitar 60 persen dari total sampah plastik yang tidak terkelola tersebut. Lantas, negara-negara mana saja yang dimaksud tersebut?
1. Tiongkok – 14,578 Juta Ton
Produsen sampah plastik terbesar dunia, sehingga volume sampah tidak terkelolanya juga menjadi yang tertinggi.
2. India – 7,707 Juta Ton
Pertumbuhan konsumsi plastik dan keterbatasan pengelolaan sampah menjadi tantangan utama.
3. Rusia – 3,254 Juta Ton
Volume sampah plastik yang besar masih dibarengi dengan tingkat salah kelola yang signifikan.
4. Brasil – 2,714 Juta Ton
Tingginya konsumsi plastik belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas pengelolaan sampah.
5. Iran – 2,246 Juta Ton
Kapasitas pengelolaan limbah belum mampu mengimbangi volume sampah yang dihasilkan.
6. Meksiko – 2,190 Juta Ton
Kesenjangan layanan pengelolaan sampah masih terjadi di berbagai wilayah.
Baca Juga: Stop Lakukan Campur-campur! Sampah Juga Butuh Kepastian!
7. Vietnam – 2,080 Juta Ton
Pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi meningkatkan tekanan pada sistem pengelolaan sampah.
8. Indonesia – 1,952 Juta Ton
Luasnya wilayah kepulauan menjadi tantangan dalam pemerataan pengelolaan sampah.
9. Mesir – 1,820 Juta Ton
Kepadatan penduduk di perkotaan menghasilkan volume sampah plastik yang tinggi.
10. Pakistan – 1,759 Juta Ton
Jumlah penduduk besar dan keterbatasan infrastruktur memperparah masalah sampah.
11. Amerika Serikat – 1,640 Juta Ton
Meski menghasilkan banyak sampah plastik, tingkat pengelolaannya relatif lebih baik.
12. Turki – 1,537 Juta Ton
Selain mengelola sampah domestik, Turki juga menerima impor sampah plastik dari luar negeri.
Data tersebut menunjukkan bahwa masalah sampah plastik telah menjadi tantangan global yang membutuhkan kerja sama berbagai pihak untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Baca Juga: Status Darurat Sampah, Berikut Perbedaannya dengan Penanganan Sampah Biasa!

