5 Cara Mendengarkan Musik dan Lagu-lagu Favorit di Era 2000an

Sekitarbandung.com – Sebelum ada Spotify dan sejumlah platform digital lainnya, ada beberapa cara andalan untuk bisa mendengarkan musik dan lagu-lagu kesukaan. Lantas, apa saja hal-hal

Dicky Wicaksono

5 Cara Mendengarkan Musik dan Lagu-lagu Favorit di Era 2000an
5 Cara Mendengarkan Musik dan Lagu-lagu Favorit di Era 2000an

Sekitarbandung.com – Sebelum ada Spotify dan sejumlah platform digital lainnya, ada beberapa cara andalan untuk bisa mendengarkan musik dan lagu-lagu kesukaan. Lantas, apa saja hal-hal tersebut?

1. Walkman dan Discman

Pelopor pemutar musik portable yang bisa dibawa kemana saja. Peernya harus gonta-ganti baterai karena dulu belum zamannya baterai yang bisa dicharge ulang.

Paling asik mendengarkan walkman dan menyanyi sambil membaca lirik di album kaset/CD band/penyanyi kesayangan.

2. Ultra MP3

Hal yang paling menyenangkan yaitu kalau diganti dengan aneka skin paporip agar semakin kece, sesuai selera, dan tidak yang berusaha untuk kembar.

3. Winamp

Tim copy-paste file MP3 dari warnet atau teman dan download dari stafaband.com. Tidak lupa dulu menonton visualizernya sampai mata jereng. Salam kangen dari aplikasi kesayangan kalian dulu.

Baca Juga: Uang Rupiah Jadi Kertas Sampah, Ingin Cari Hiburan melalui Musik Justru Berakhir Masuk Penjara

4. iPod

Futuristik, simple, canggih, clean look, dan warnanya yang lucu-lucu mulai mencuri perhatian kawula muda di tahun 2005 2010an.

Hadir dalam berbagai versi seperti iPod Nano, iPod Shuffle, iPod Mini, iPod Classic, dan lain sebagainya.

5. MP3 dan VCD Bajakan

Siapa yang pekerjaannya dulu menyamperin abang VCD/MP3 bajakan di pasar atau pinggir jalan? Harganya Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu bisa mendapatkan belasan ratusan lagu di 1 keping CDnya.

Bahkan, lagunya diulang-ulang secara terus-menerus atau ada lagu yang video klipnya berbeda dengan aslinya.

Cara-cara sederhana tersebut menjadi bagian dari kenangan masa lalu yang penuh kreativitas dan usaha, dimana menikmati musik tidak semudah sekarang.

Namun, hal tersebut justru terasa lebih berkesan, karena setiap prosesnya menghadirkan berbagai pengalaman yang unik, tidak terlupakan, dan membuat bernostalgia.

Baca Juga: 6 Festival Musik di Indonesia yang Tidak Kalah Meriah dari Coachella

Related Post

Tinggalkan komentar