5 Fakta Unik Simpang Lima Bandung yang Jarang Diketahui oleh Banyak Orang

Sekitarbandung.com – Ada beberapa fakta unik Simpang Lima Bandung yang jarang diketahui oleh banyak orang. Lantas, fakta unik apa saja yang dimaksud tersebut? 1. Mulanya

Dicky Wicaksono

5 Fakta Unik Simpang Lima Bandung yang Jarang Diketahui oleh Banyak Orang
5 Fakta Unik Simpang Lima Bandung yang Jarang Diketahui oleh Banyak Orang

Sekitarbandung.com – Ada beberapa fakta unik Simpang Lima Bandung yang jarang diketahui oleh banyak orang. Lantas, fakta unik apa saja yang dimaksud tersebut?

1. Mulanya Empat

Mulanya simpang ini empat sehingga masyarakat menyebutnya parapatan dan ini berkaitan dengan toponimi.

Hingga awal abad ke-20, Jl. Gatot Subroto memang belum tembus ke perempatan ini karena masih berupa rawa atau ranca.

Konon, oleh karena alasan itulah, Jalan Raya Pos dari arah barat (Jl. Asia Afrika) menyerong sedikit ke utara tepat di parapatan ke timur (Jl. Ahmad Yani).

2. Gerbang Timur Kota (Kaca-Kaca Wetan)

Semasa Hindia Belanda, Simpang Lima punya fungsi sebagai batas paling timur Kota Bandung.

Di sini terdapat gerbang kota yang menyambut para pendatang khususnya dari arah timur. Ini berpasangan dengan gerbang Kaca-Kaca Kulon di daerah Pasar Andir.

3. Pertemuan Lima Arus Utama

Simpang Lima yang paling populer di Kota Bandung ini menyatukan pergerakan kendaraan penting ke arah barat (Jl. Asia Afrika), dari dan ke timur (Jl. Ahmad Yani), dua arah timur-barat (Jl. Gatot Subroto), dan ke utara (Jl. Sunda).

Baca Juga: Pemkot Bandung Akan Lakukan Penertiban di Wilayah Pusdai, Khususnya Pedagang Cuanki

4. Rumah Bagi “Gedung Pensil”

Di sudut timur persimpangan terdapat bangunan ikonis cagar budaya yang dibangun sekitar tahun 1918.

Orang kebanyakan menyebutnya Gedung Pensil karena memiliki bentuk atap kerucut yang menyerupai pensil yang baru diraut.

Dulu, gedung ini pernah menjadi kantor dagang hingga Shell, dan sekarang “markas”

5. Kawasan Lama dan Tugu

Dibangun pada era tahun 1933-1937, tata letak Simpang Lima mempertahankan bentuk aslinya dan terdapat bundaran dengan air mancur di tengahnya.

Monumen atau tugu di tengah persimpangan yang kita lihat sekarang dibuat pada tahun 2015 dalam rangka menyambut peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60.

Simpang Lima bukan hanya menjadi salah satu titik lalu lintas tersibuk di Bandung, tetapi juga menyimpan berbagai jejak sejarah yang berkaitan dengan perkembangan kota dari masa ke masa.

Beragam fakta tersebut menunjukkan bahwa kawasan yang setiap hari dilintasi ribuan kendaraan ini memiliki nilai historis dan budaya yang menarik untuk terus dikenal oleh masyarakat.

Baca Juga: Farhan Khawatir terhadap Bisnis UMKM yang Terganggu karena Pemadaman Listrik

Related Post

Tinggalkan komentar