Sekitarbandung.com – Ada beberapa aturan yang digunakan oleh Apple untuk membuat orang membeli. Lantas, aturan-aturan apa saja yang dimaksud tersebut?
1. Jual Impiannya, Bukan Produknya
Menjual impiannya, bukan produknya. Dengan kata lain, Apple menjual gaya hidup, sedangkan iPhone hanyalah tiket masuk ke dalamnya.
2. Buatlah Ia Terlihat Premium
Membuatnya terlihat premium, karena orang cenderung menilai kualitas sebelum benar-benar menggunakannya.
3. Sedikit Pilihan dan Lebih Banyak Penjualan
Membuat pilihan tetap sedikit agar proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah, karena orang yang terlalu bingung sering kali tidak jadi membeli.
4. Buat Orang Menunggu
Membuat orang menunggu, karena kelangkaan dapat menciptakan rasa ingin memiliki yang lebih besar.
5. Buat Segalanya Jadi Sederhana
Membuat segalanya menjadi sederhana, karena kerumitan dapat membuat pelanggan ragu untuk membeli.
Baca Juga: Lebih Kaya dari Apple dan Google, VOC Bangkrut Total Akibat Keserakahan Pejabatnya Sendiri
6. Harga Lebih Tinggi
Menerapkan harga yang lebih tinggi dibanding banyak pesaingnya, karena harga mahal sering kali menciptakan persepsi nilai yang lebih tinggi.
7. Ubah Produk Menjadi Status
Mengubah produk menjadi simbol status, karena banyak orang membeli sesuatu berdasarkan citra yang ditampilkan dari kepemilikannya.
8. Buat Sebuah Ekosistem
Membangun sebuah ekosistem, karena ketika seseorang sudah masuk ke dalamnya, mereka cenderung akan tetap bertahan.
9. Warisan Tidak Dibangun dengan Kebetulan
Warisan tidak dibangun dengan kebetulan, karena Apple tidak hanya menjual produk, tetapi juga menjual visi tentang masa depan.
Strategi-strategi tersebut membuat Apple tidak sekadar bersaing melalui spesifikasi produk, melainkan juga melalui persepsi, pengalaman, dan keterikatan emosional yang dibangun kepada para konsumennya.
Tak heran jika hingga saat ini Apple tetap menjadi salah satu merek paling berpengaruh di dunia, dengan jutaan pelanggan yang terus menantikan setiap inovasi dan peluncuran produk barunya.
Baca Juga: 50 Tahun Produk Apple, Berawal dari Hobi hingga Bisa Bernilai US$4 Triliun

