sekitarbandung.com – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung untuk terus berinovasi dalam mencari sumber pendanaan alternatif. Dorongan itu ia sampaikan dalam Rapat Paparan Penyelenggaraan Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan Dana Transfer Daerah Kota Bandung, yang berlangsung di Balai Kota Bandung, Jawa Barat. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Bima menjelaskan, pemerintah pusat saat ini tengah memetakan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) agar layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan tetap berjalan optimal. Namun, menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa hanya bergantung pada dana transfer dari pusat. Perlu langkah kreatif untuk menggali potensi pendapatan lain.
“Saya mendorong pemerintah Bandung terus melanjutkan inovasi yang ada untuk meningkatkan PAD dari sumber-sumber alternatif, sebagai contoh bagi daerah-daerah yang lain,” ujar Bima.
Lebih lanjut, Wamendagri menyebut berbagai opsi pendanaan yang bisa digarap Pemkot Bandung, mulai dari Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), penerbitan sukuk atau obligasi daerah, pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), hingga optimalisasi aset daerah. Ia menekankan bahwa aset yang dimiliki pemerintah daerah perlu dikelola secara produktif untuk memberi manfaat lebih luas.
“Pemanfaatan aset tadi yang Pak Wali sampaikan, sejauh mana Kota Bandung bisa ke arah sana,” tambahnya.
Selain membahas soal pendanaan, Bima juga meninjau pelaksanaan sejumlah program prioritas nasional di Kota Bandung. Beberapa di antaranya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa dan Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih, serta Sekolah Rakyat. Ia meminta Pemkot Bandung memastikan program-program tersebut berjalan tepat sasaran.
Bima menyoroti khusus program Kopdeskel yang dinilainya potensial jika dikelola dengan baik. Ia bahkan mencontohkan pengelolaan koperasi di Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung, yang dinilai sukses dan bisa dijadikan rujukan nasional.
“Salah satu yang bagus sistemnya adalah Cileunyi Wetan. Saya berkali-kali ke situ, Pak Menko Bidang Pangan juga sudah ke situ, beberapa menteri pun sudah meninjau. Itu sistem yang sudah berjalan,” jelasnya.
Baca juga : Dampak Demo Bandung: Mess MPR Rusak, Rehabilitasi Dimulai 2026
Terkait program MBG, ia mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan lokasi serta sarana pendukung agar pelaksanaannya bisa lebih cepat dan merata.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Bandung, Bima juga menyempatkan diri mengikuti kegiatan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) di sejumlah Rukun Warga (RW) di Kecamatan Gedebage bersama Wali Kota Bandung. Menurutnya, partisipasi dalam kegiatan tersebut merupakan wujud kebersamaan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga kondusivitas masyarakat.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

