Sekitarbandung.com – Secara evolusioner, manusia memang diprogram untuk mempunyai rasa aman dengan cara setia pada satu hal. Misalnya, satu perusahaan, satu keahlian, atau satu rencana besar.
Padahal, menggantungkan sesuatu hal pada satu sandaran saja adalah tindakan yang rapuh. Jebakan psikologis seperti inilah yang dinamakan sebagai “Loyalis”.
Banyak yang tidak sadar bahwa hal ini sungguh berbahaya karena lambat laun seseorang akan kehilangan daya adaptasinya jika tiba-tiba pindah ke lingkungan yang berbeda.
Ilusi kenyamanan inilah yang membuat mata menjadi buta bahwa dunia sudah berlari sangat kencang dan meninggalkannya.
Tragedi Kodak
Raksasa ini selama satu abad merasa aman dan anteng dengan “Film Rol”, produk unggulan mereka satu-satunya.
Sayangnya, mereka terlalu setia pada satu produk itu. Di saat dunia berubah ke digital, mereka kelabakan. Lalu dunia pun tahu, mereka bangkrut.
Baca Juga: Perang Amerika Serikat-Iran Bukan Hanya Berdampak ke Harga BBM, tetapi Juga Plastik
Berbeda dengan Fuji Film
Saat pasar film rol hancur, mereka lebih siap. Karena selama ini mereka justru “mendua” dengan cara yang tidak masuk akal.
Caranya yaitu memakai riset kolagen film untuk masuk ke industri skincare dan alat medis. Mereka selamat karena mereka mendua.
Tetapi jangan salah paham terlebih dahulu. “Mendua” bukanlah sebuah pengkhianatan terhadap profesi utama.
Di zaman yang begitu cepat berubah seperti sekarang, mempunyai pilihan adalah kekuatan tertinggi.
Manusia tangguh biasanya mempunyai senjata rahasia, yaitu menjadi ahli di profesi utama, tetapi diam-diam mengasah keahlian di bidang berbeda.
Mereka memang cerdik dalam membuat strategi keluar bahkan sebelum krisis itu terjadi. Dengan kata lain, mereka tahu apa yang harus dilakukan ke depannya.
Jadi, kesimpulannya yaitu setia itu mahal. Oleh karena itu, jangan berikan pada sesuatu hal yang rapuh dan segera belajarlah mendua.
Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Negara Nordik Tidak Suka Pamer Kekayaan dan Merasa Paling Hebat

