Perang Amerika Serikat-Iran Bukan Hanya Berdampak ke Harga BBM, tetapi Juga Plastik

Sekitarbandung.com – Amerika Serikat-Iran baru saja selesai berunding di Pakistan. Kata Trump, perundingan berlangsung selama kurang lebih 21 jam non-stop. Banyak hal yang disepakati. Namun,

Dicky Wicaksono

Perang Amerika Serikat-Iran Bukan Hanya Berdampak ke Harga BBM, tetapi Juga Plastik
Perang Amerika Serikat-Iran Bukan Hanya Berdampak ke Harga BBM, tetapi Juga Plastik

Sekitarbandung.com – Amerika Serikat-Iran baru saja selesai berunding di Pakistan. Kata Trump, perundingan berlangsung selama kurang lebih 21 jam non-stop. Banyak hal yang disepakati.

Namun, mereka tidak sepakat dalam satu hal yang membuat Trump sangat kecewa. Iran tidak mau memberhentikan program nuklirnya.

Akibatnya, Trump ngambek dan AS menutup Selat Hormuz. Tidak ada yang boleh masuk dan keluar. Tidak ada yang bisa membayar kepada siapa pun untuk masuk atau keluar Selat Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz secara sepihak oleh AS semakin meningkatkan risiko kenaikan harga energi. Bukan hanya sekadar BBM, tetapi juga yang mempunyai dampak langsung ke UMKM kita, yaitu plastik.

Plastik berasal dari proses panjang industri petrokimia berbasis minyak bumi yang diolah menjadi nafta, lalu diubah lagi menjadi dua jenis senyawa, tergantung kebutuhan.

Polyethylene

  • Kresek.
  • Botol mineral.
  • Pipa.

Polypropylene

  • Mainan.
  • Tabung suntik.
  • Alat makan.

Baca Juga: Inilah Alasan Mengapa Negara Nordik Tidak Suka Pamer Kekayaan dan Merasa Paling Hebat

Harga nafta pada 28 Februari 2026 yaitu US$546 dan 12 April 2026 yaitu US$901. Hal ini naik sebesar 65 persen sejak hari pertama Perang AS-Iran pada 28 Februari 2026. Harga per ton.

Akibatnya, harga plastik di dalam negeri naik 50 persen, bahkan ada yang hampir 100 persen. Hampir dua kali lipat dan sebagian besar kita masih impor.

Ekspor-impor plastik dan barang dari plastik pada Februari 2026 yaitu sebagai berikut:

  • Ekspor: US$220 juta (Rp3,96 triliun).
  • Impor: US$873 juta (Rp14,66 triliun).

Kenaikan tersebut otomatis menyenggol UMKM kita. Mereka harus mencari akal untuk mengurangi biaya produksi yang menggunakan plastik. Produsen tempe, misalnya.

Untuk menyiasati mahalnya harga pembungkus plastik tempe, sebagian produsen mengurangi bobot tempe supaya tidak menaikkan harga.

Bayangkan, ribut-ribut para pemimpin global ini ternyata berpengaruh kepada tempe di warung sebelah dan meja makan kamu.

Baca Juga: Pakistan Jadi Penengah antara Amerika Serikat dan Iran, Ibarat Dua Musuh tetapi Punya Mutual Friend

Related Post

Tinggalkan komentar