sekitarbandungcom – Febri Hariyadi membawa kabar positif bagi Persib Bandung setelah menyampaikan perkembangan terbaru mengenai pemulihan cedera anterior cruciate ligament (ACL) yang dialaminya.
Enam bulan setelah menjalani operasi, pemain sayap tersebut menyebut proses rehabilitasinya berjalan lancar.
Kabar tersebut disampaikan Febri melalui laman resmi Persib pada 4 Oktober 2026.
Ia berharap seluruh tahapan pemulihan dapat dilalui dengan baik sehingga bisa segera kembali ke lapangan bersama Maung Bandung.
Febri Hariyadi Jalani Pemulihan Secara Bertahap
Febri Hariyadi saat ini masih menjalani proses rehabilitasi dan belum dinyatakan kembali bermain. RRI Bandung melaporkan, memasuki sekitar enam bulan setelah operasi, kondisi pemulihannya dinilai cukup baik.
Proses rehabilitasi dilakukan secara bertahap untuk memastikan kondisi lutut terus berkembang sebelum Febri kembali menjalani aktivitas sepak bola secara penuh.
Karena itu, kabar pemulihan yang lancar tidak berarti dirinya sudah mendapatkan izin untuk bertanding.
Sebelumnya, ANTARA News Banten melaporkan operasi ACL Febri dilakukan pada 1 April 2026. Pada Juli, dokter tim Persib, dr. Wira Prasetya Chandra, Sp.KFR, mengatakan Febri menjalani program penguatan otot lutut dengan pemantauan tim medis.
Saat itu, Febri juga berlatih terpisah di dalam ruangan dan didampingi fisioterapis. Tahapan tersebut menjadi bagian dari proses rehabilitasi setelah operasi cedera ACL.
Cedera tersebut didapat Febri ketika menjalani masa peminjaman bersama Persis pada musim sebelumnya. Setelah kembali ke Persib, ia tetap terdaftar sebagai bagian dari skuad untuk musim 2026/2027 sambil menjalani pemulihan.
Baca juga: Wakil Bupati Bandung Dukung Penyandang Thalasemia, BAZNAS Perkuat Sinergi Kemanusiaan
Febri Hariyadi Fokus Fisik dan Mental
Selain kondisi fisik, Febri Hariyadi mengungkapkan bahwa menjaga ketahanan mental menjadi salah satu tantangan terberat selama berada di luar lapangan.
Masa rehabilitasi membutuhkan kesabaran karena pemain harus melewati sejumlah tahapan sebelum kembali beraktivitas secara normal.
Dukungan keluarga menjadi salah satu sumber motivasi utama bagi Febri selama menjalani proses tersebut.
Ia juga menegaskan keinginan dari dalam dirinya sendiri untuk terus berjuang agar dapat kembali bermain.
Kondisi mental menjadi perhatian penting dalam perjalanan pemulihan karena cedera panjang tidak hanya membuat pemain harus menjalani latihan fisik secara terukur, tetapi juga menghadapi masa tunggu untuk kembali bertanding.
Bagi Febri, target untuk kembali ke lapangan tetap menjadi motivasi. Namun, ia memilih menjalani setiap tahapan rehabilitasi secara bertahap sambil menjaga kondisi fisik dan mental.
Febri Hariyadi telah menjadi bagian Persib sejak 2016. Dalam perjalanan kariernya bersama klub, ia turut menjadi bagian dari skuad yang meraih gelar Super League pada 2024 dan 2025.
Perjalanan pemulihan ini juga menunjukkan bahwa proses kembali dari cedera ACL membutuhkan waktu dan penanganan yang terukur.
Febri tidak langsung mengejar pertandingan, melainkan mengikuti program yang disesuaikan dengan kondisi lututnya.
Pendekatan tersebut penting agar setiap perkembangan dapat dipantau sebelum memasuki tahap berikutnya.
Dalam laporan Juli, tim medis Persib menyebut perkembangan lutut Febri terus dipantau. Program penguatan otot menjadi salah satu bagian rehabilitasi yang dijalani pemain kelahiran 1996 tersebut. Pada perkembangan terbaru, fokus Febri tetap pada penyelesaian proses pemulihan.
Bagi klub, keberadaan Febri dalam skuad musim ini menjadi kabar tersendiri. Namun, statusnya sebagai pemain yang terdaftar tidak otomatis berarti ia sudah siap tampil dalam pertandingan. Kesiapan kembali bermain harus menunggu penyelesaian rehabilitasi dan kondisi fisiknya.
Dengan perkembangan yang berjalan lancar, Febri berharap dapat segera melewati seluruh tahapan pemulihan. Bobotoh menantikan kembalinya pemain yang menjadi bagian Persib ke lapangan.
Kabar terbaru ini menjadi perkembangan positif bagi Persib dan Bobotoh. Meski demikian, Febri masih harus menyelesaikan proses rehabilitasi sebelum dapat kembali menjalani aktivitas sepak bola secara penuh.
Hingga informasi terbaru yang disampaikan pada 4 Oktober 2026, belum ada keterangan bahwa Febri sudah kembali bertanding.
Pernyataan yang tersedia menegaskan pemulihan berjalan lancar dan harapan untuk segera kembali ke lapangan.
Karena itu, perkembangan berikutnya tetap bergantung pada hasil rehabilitasi dan kondisi lutut Febri. Persib dan tim medis masih menjadi bagian penting dalam memantau prosesnya sampai pemain tersebut benar-benar siap kembali.
Baca juga: Pemkot Bandung Siapkan Skema Penanganan Banjir Menyeluruh, Anggaran Capai Rp800 Miliar

