Demo Mahasiswa Unisba Bandung, 2 November 2026, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

sekitarbandungcom – Demo Mahasiswa Unisba Bandung berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Senin, 2 November 2026. Aksi yang digelar

nathanael gihon

sekitarbandungcom – Demo Mahasiswa Unisba Bandung berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Senin, 2 November 2026. Aksi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Bandung (BEM Unisba) tersebut menjadi perhatian pengguna jalan karena berlangsung di salah satu kawasan pusat pemerintahan dan aktivitas masyarakat.

Warga yang hendak melintasi kawasan Jalan Diponegoro diimbau mempertimbangkan jalur alternatif selama kegiatan berlangsung. Imbauan ini penting untuk membantu perjalanan tetap lancar, terutama bagi pengendara yang memiliki tujuan di sekitar Gedung DPRD Jawa Barat.

Informasi mengenai aksi menyebutkan massa juga berkumpul di kawasan Simpang Dago Cikapayang sebelum bergerak menuju gedung DPRD. Rangkaian kegiatan tersebut membuat pengguna jalan perlu memperhatikan perkembangan situasi lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Demo Mahasiswa Unisba Bandung Bergerak dari Simpang Dago

Demo Mahasiswa Unisba Bandung diselenggarakan oleh BEM Unisba pada Senin, 2 November 2026. Berdasarkan rangkaian kegiatan yang tercatat, massa tiba di kawasan Simpang Dago Cikapayang sekitar pukul 14.15 WIB.

Sekitar pukul 14.35 WIB, peserta aksi bergerak menuju Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat di Jalan Diponegoro Nomor 27, Kota Bandung. Pergerakan tersebut dilakukan setelah massa berkumpul di kawasan Cikapayang.

Jumlah peserta aksi disebut mencapai sekitar 150 orang. Massa kemudian menyampaikan aspirasi di depan gedung DPRD. Kegiatan berlangsung hingga sore hari dan peserta aksi dilaporkan membubarkan diri sekitar pukul 16.55 WIB.

Pengamanan kegiatan melibatkan 1.849 personel gabungan. Kehadiran petugas ditujukan untuk mengawal penyampaian pendapat di muka umum serta menjaga situasi selama kegiatan berlangsung. Informasi pengamanan tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan bahwa seluruh ruas jalan ditutup atau dialihkan.

Karena itu, pengguna jalan sebaiknya tidak menganggap seluruh akses di sekitar lokasi pasti tertutup. Pengendara dapat memeriksa informasi lalu lintas terkini sebelum berangkat, memperhatikan rambu sementara, serta mengikuti instruksi petugas apabila terjadi kepadatan di sekitar titik aksi.

Baca juga: Penataan Teuku Umar Bandung Utamakan Kesepakatan Warga, Farhan Buka Ruang Dialog

Demo Mahasiswa Unisba Bandung Soroti Tindak Lanjut Aspirasi

Aksi di depan DPRD Jawa Barat juga membawa pertanyaan mengenai tindak lanjut aspirasi yang pernah disampaikan dalam demonstrasi sebelumnya. Mahasiswa meminta adanya kejelasan atas berbagai tuntutan dan mendorong perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Koordinator aksi disebut Feri Anwar Musaddad. Dalam tuntutannya, mahasiswa mengangkat sejumlah persoalan pemerintahan serta gagasan perubahan menyeluruh dan perbaikan paradigma kepemimpinan.

Persiapan aksi dilakukan melalui konsolidasi dan kajian isu pada 30 Oktober 2026. Rangkaian kegiatan itu menjadi bagian dari upaya mahasiswa menyusun pokok aspirasi sebelum menyampaikannya kepada lembaga legislatif daerah.

Isu yang dibawa mencakup transparansi pengelolaan kekayaan negara, evaluasi program Makan Bergizi Gratis, persoalan lingkungan hidup, pendidikan, kesehatan, serta penegakan hukum. Beragam isu tersebut menunjukkan cakupan aspirasi yang disampaikan mahasiswa dalam kegiatan tersebut.

Baca juga: Sektor Ritel Bandung Jadi Penggerak Pengentasan Kemiskinan, Farhan Dorong Penyerapan Tenaga Kerja

Pengguna Jalan Diminta Memantau Kondisi Kawasan DPRD

Bagi masyarakat yang beraktivitas di pusat Kota Bandung, perhatian terhadap kondisi lalu lintas di sekitar Jalan Diponegoro tetap diperlukan. Pengguna kendaraan dapat memilih rute lain apabila perjalanan tidak harus melewati depan Gedung DPRD Jawa Barat.

Pengendara juga disarankan menyediakan waktu perjalanan tambahan dan tidak berhenti di badan jalan untuk melihat kegiatan. Langkah tersebut membantu mengurangi hambatan arus kendaraan serta menjaga keselamatan peserta aksi, petugas, dan masyarakat umum.

Informasi yang tersedia mencatat kegiatan berakhir sekitar pukul 16.55 WIB. Dengan demikian, keterangan mengenai aksi ini perlu dibaca sesuai waktu pelaksanaannya, bukan dianggap sebagai pemberitahuan bahwa gangguan lalu lintas berlangsung sepanjang hari atau masih terjadi setelah kegiatan selesai.

Masyarakat tetap perlu merujuk pada informasi resmi kepolisian dan dinas perhubungan untuk mengetahui pengaturan lalu lintas terbaru. Tidak terdapat keterangan terverifikasi dalam sumber yang digunakan mengenai penutupan permanen, rekayasa lalu lintas tertentu, maupun daftar jalan pengalihan selama aksi.

Penyampaian aspirasi di ruang publik merupakan kegiatan yang perlu dihormati, sementara kelancaran mobilitas warga juga perlu dijaga. Dengan memantau informasi dan mengikuti arahan petugas, masyarakat dapat menyesuaikan perjalanan tanpa mengganggu jalannya kegiatan maupun aktivitas sekitar dengan tetap tertib.

Sumber: grib.co.id

Related Post

Tinggalkan komentar