
sekitarbandungcom – Saham dengan dividend yield tinggi dapat menjadi perhatian investor yang mempertimbangkan pendapatan dividen sekaligus valuasi. Berdasarkan data 7 Oktober 2026, saham ADRO atau Alamtri Redatas Indonesia mencatat dividend yield 10,13% dengan P/B 0,93. Data tersebut juga menunjukkan DPS sebesar 263,40 dan P/E 7,33, sehingga ADRO dapat dilihat dari beberapa indikator sekaligus.
Bagi investor yang ingin menelusuri data tersebut lebih lanjut, saham ADRO dapat dipantau melalui Makmur aplikasi saham terbaik versi Infovesta. Perbandingan antara dividen, valuasi, profitabilitas, dan pergerakan harga dapat membantu memberikan konteks sebelum mengambil keputusan investasi.
Mengenal ADRO
ADRO merupakan kode saham Alamtri Redatas Indonesia, perusahaan yang sebelumnya dikenal sebagai Adaro Energy. Kegiatan usahanya mencakup pertambangan batu bara terintegrasi, mulai dari pertambangan hingga tongkang, shiploading, pengerukan, layanan pelabuhan, pemasaran, dan pembangkit listrik. Batu bara termalnya berasal dari Kalimantan Selatan dan dipasarkan dengan merek Envirocoal.
Dari sisi skala, market cap ADRO tercatat sebesar Rp74,88 triliun dengan tradeable shares sebanyak 28,8 miliar saham. Pada 7 Oktober 2026, volume perdagangan berada di 26,19 juta saham, sedangkan rata-rata volume tiga bulan mencapai 36,83 juta saham. Volume harian yang berada di bawah rata-rata tiga bulan menunjukkan aktivitas perdagangan pada hari tersebut belum setinggi rata-rata periode sebelumnya.
Ringkasan Performa ADRO
Pada sisi valuasi, ADRO memiliki P/E 7,33, P/S 2,12, dan P/B 0,93, dengan EPS sebesar 354,53. P/E membandingkan harga saham dengan laba per saham, sedangkan P/B melihat harga pasar relatif terhadap nilai buku. Sementara itu, P/S membandingkan nilai perusahaan di pasar dengan pendapatannya.
Profitabilitas ADRO juga tercermin dari ROA 7,93%, ROE 13,42%, GPM 42,3%, dan OPM 36,46%. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aset dan modal serta mempertahankan margin dari kegiatan operasionalnya.
Leverage ADRO tercatat dengan DER 0,58 kali. Selain rasio fundamental, pergerakan bulanan juga menunjukkan adanya perubahan kinerja sepanjang 2026. Rata-rata return bulanan tercatat +4,23%, dengan Januari sebagai bulan terkuat sebesar +22,10%. Sebaliknya, September menjadi bulan terlemah dengan return -14,44%.
Mengapa ADRO Punya Dividend Yield 10% dengan P/B di Bawah 1?
Dividend yield ADRO sebesar 10,13% menunjukkan besarnya dividen per saham dibandingkan harga saham pada periode pengukuran. Data yang sama mencatat DPS 263,40 dan EPS 354,53. Artinya, dividen per saham berada pada level yang cukup besar jika dibandingkan dengan laba per saham yang tercatat.
Bagi investor yang mengejar dividen, angka tersebut tentu relevan. Namun, dividend yield sebaiknya tidak dibaca secara terpisah karena besarnya hasil dividen juga dipengaruhi oleh harga saham. Perubahan harga dapat membuat yield naik atau turun meskipun nominal dividen tidak berubah.
Hal serupa berlaku pada P/B 0,93. Rasio di bawah 1 menunjukkan harga pasar ADRO berada sedikit di bawah nilai bukunya. Angka ini juga perlu dibaca bersama P/E 7,33, ROE 13,42%, dan DER 0,58 kali agar penilaian terhadap valuasi tidak hanya bertumpu pada satu rasio.
Pergerakan harga memberikan konteks tambahan. Jika dihitung dari return bulanan Juli sampai September 2026, ADRO mencatat kenaikan gabungan sekitar 7,52%. Namun, September sendiri berakhir dengan return -14,44%. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kinerja selama satu periode tidak selalu menggambarkan pergerakan setiap bulannya.
Dengan demikian, kombinasi dividend yield 10,13%, P/B 0,93, dan P/E 7,33 membuat ADRO menarik untuk dikaji dari sisi dividen dan valuasi. Profitabilitas, leverage, serta perubahan return bulanan tetap perlu diperhatikan untuk mendapatkan gambaran yang lebih utuh.
Mulai Berinvestasi di Makmur
Setelah memahami profil dan data ADRO, Anda dapat memantau saham tersebut melalui Makmur. Cari kode ADRO untuk melihat pergerakannya, kemudian bandingkan kembali dengan dividend yield, P/B, P/E, dan rasio lain yang telah dibahas.
Data tersebut dapat menjadi titik awal sebelum menentukan keputusan investasi. Anda bisa melihat bagaimana dividen ADRO dibandingkan dengan valuasi dan profitabilitasnya, sekaligus mempertimbangkan perubahan return dari waktu ke waktu. Dengan pendekatan tersebut, keputusan pembelian tidak hanya didasarkan pada dividend yield 10%, tetapi juga mempertimbangkan kondisi perusahaan dan profil risiko Anda.

