sekitarbandungcom – Pawai Jampana Bandung menjadi konsep baru dalam perayaan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-216 pada 2026.
Pemerintah Kota Bandung mengganti pawai mobil hias dengan helaran tandu tradisional yang memberi ruang lebih luas bagi kecamatan, perangkat daerah, komunitas, dan masyarakat untuk menampilkan kreativitas.
Perubahan ini sekaligus mengusung perayaan yang lebih sederhana dan menekankan kebersamaan warga.
Puncak rangkaian HJKB ke-216 dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di kawasan Balai Kota Bandung.
Meski hari jadi Kota Bandung diperingati setiap 25 September, sejumlah kegiatan perayaan berlanjut hingga Oktober.
Pawai Jampana menjadi salah satu agenda yang menarik perhatian karena mengangkat bentuk tradisi sekaligus memberi kesempatan kepada tiap wilayah memperlihatkan ciri khasnya.
Pawai Jampana Bandung Gantikan Mobil Hias
Berbeda dari perayaan sebelumnya, pawai kendaraan atau mobil hias tidak menjadi bagian dari konsep tahun ini.
Pemkot Bandung memilih jampana, yakni tandu tradisional yang dapat dihias dan dikreasikan sesuai gagasan peserta.
Bentuk dan tampilan jampana diharapkan tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi juga menyampaikan identitas serta potensi wilayah yang diwakili.
Konsep ini dirancang agar perayaan tetap meriah tanpa harus mengandalkan kendaraan hias dan kebutuhan anggaran besar.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong peserta mengembangkan karya kreatif dengan pendekatan yang lebih sederhana.
Perubahan tersebut juga sejalan dengan upaya memberi ruang lebih besar bagi partisipasi masyarakat dalam agenda kota.
Peserta yang berpotensi terlibat meliputi kecamatan, organisasi perangkat daerah, komunitas, dan unsur masyarakat lainnya.
Setiap peserta dapat mengolah jampana berdasarkan karakter wilayah, mulai dari kesenian, produk unggulan, hingga kekhasan lokal.
Dengan begitu, pawai tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga media untuk memperkenalkan keberagaman Kota Bandung kepada pengunjung.
Baca juga: Begal Bandung Pukuli Korban dan Rampas Motor, Tersangka Terancam 12 Tahun Penjara
Kreativitas Wilayah Jadi Daya Tarik Pawai Jampana Bandung
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, menjelaskan bahwa jampana dari kecamatan maupun perangkat daerah akan menampilkan kekhasan masing-masing.
Wilayah yang dikenal dengan produk tertentu, misalnya, dapat mengangkat produk tersebut sebagai bagian dari tampilan jampana. Pendekatan ini memungkinkan identitas lokal hadir secara nyata dalam perayaan.
Pawai Jampana Bandung juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Persiapan kreasi membutuhkan koordinasi, gagasan, dan kerja bersama agar setiap usungan tampil menarik serta tertata.
Semangat gotong royong ini sejalan dengan tema HJKB ke-216, “Solidarity in Harmony”, yang menekankan kebersamaan di tengah keberagaman.
Baca juga: Petisi Tolak Penutupan Jalan Diponegoro Tembus 33 Ribu Tanda Tangan, Dukungan Makin Meluas
Puncak HJKB ke-216 Berlangsung pada Oktober
Puncak rangkaian perayaan direncanakan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Balai Kota Bandung. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang lebih panjang, setelah peringatan hari jadi pada 25 September.
Warga yang ingin mengikuti kegiatan disarankan memantau pengumuman resmi pemerintah karena rincian teknis dan susunan acara dapat mengalami penyesuaian.
Selain pawai, rangkaian HJKB tahun ini juga mencakup kegiatan yang mendorong partisipasi masyarakat, termasuk gerakan kebersihan lingkungan.
Bebersih Bandung serentak pada 18 September melibatkan 30 kecamatan, 151 kelurahan, serta perangkat daerah.
Kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa perayaan kota tidak hanya berpusat pada hiburan, tetapi juga mengajak warga berkontribusi merawat lingkungan.
Melalui konsep baru ini, HJKB ke-216 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat identitas lokal dan kebersamaan antarwilayah.
Pawai Jampana Bandung memberi kesempatan bagi peserta menampilkan ide tanpa harus bergantung pada mobil hias.
Keberhasilan kegiatan nantinya tidak hanya terlihat dari kemeriahan pawai, tetapi juga dari keterlibatan warga dan kualitas kreativitas yang ditampilkan.
Pemkot Bandung mengarahkan perayaan agar tetap bermakna, sederhana, dan melibatkan banyak pihak.
Dengan memusatkan perhatian pada kreativitas serta partisipasi, Pawai Jampana Bandung diharapkan menghadirkan perayaan yang dekat dengan masyarakat dan mencerminkan karakter kota.
Warga dapat mengikuti informasi lanjutan melalui kanal resmi Pemerintah Kota Bandung menjelang pelaksanaan puncak acara.
Sumber: koran.pikiran-rakyat.com

