Inilah Alasan Mengapa Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Akan Gunakan Batu Andesit

Sekitarbandung.com – Batu Andesit merupakan batuan yang menghadirkan nuansa bersejarah, termasuk untuk penggunaan di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Andesit sendiri adalah batu alam yang

Dicky Wicaksono

Inilah Alasan Mengapa Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Akan Gunakan Batu Andesit
Inilah Alasan Mengapa Jalan Diponegoro Depan Gedung Sate Akan Gunakan Batu Andesit

Sekitarbandung.com – Batu Andesit merupakan batuan yang menghadirkan nuansa bersejarah, termasuk untuk penggunaan di depan Gedung Sate, Kota Bandung. Andesit sendiri adalah batu alam yang terbentuk dari aktivitas vulkanik.

Warnanya natural, teksturnya elegan, kuat, padat, dan tahan cuaca. Batu ini sering digunakan untuk trotoar premium, ruang publik, hingga kawasan heritage karena tampilannya yang memadukan kesan klasik dan modern.

Mengapa Batu Andesit Sering Digunakan untuk Jalan?

  • Kuat untuk jangka panjang.
  • Tidak licin dan nyaman dipijak.
  • Estetik, elegan, dan bernuansa historis.
  • Cocok untuk cuaca tropis.
  • Perawatannya mudah.

Banyak jalan di kawasan kota tua Eropa juga menggunakan batuan ini, termasuk di Jalan Braga.

Baca Juga: Jika Juara, maka Rute Konvoi Persib Bandung Akan Dimulai dari Gedung Sate ke Gedung Merdeka

Mengapa Bukan Batuan Lainnya?

  • Granit: Lebih keras dan tampak mewah, tetapi lebih mahal, licin saat hujan, serta pemasangannya lebih rumit.
  • Basalt: Kuat terhadap tekanan, tetapi warnanya lebih gelap dan menyerap panas.
  • Cobblestone: Permukaannya tidak rata sehingga kurang ramah bagi pejalan kaki, pengguna kursi roda, pesepeda, dan kendaraan modern.
  • Limestone: Mudah terkikis serta rentan terhadap kelembapan, lumut, dan erosi di iklim tropis.
  • Sandstone: Memiliki pori besar sehingga mudah menyerap air dan kotoran, serta daya tahannya lebih rendah.
  • Porphyry: Harganya sangat tinggi dengan proses pemasangan dan penggantian yang lebih sulit.
  • Paving Beton: Murah dan praktis, tetapi lebih cepat kusam dan tidak memberikan kesan premium.

Dengan kata lain, batu Andesit menjadi pilihan karena keseimbangannya.

Pemilihan ini dinilai mampu dalam menjaga fungsi jalan sekaligus mempertahankan nilai estetika di kawasan sekitar Gedung Sate, Kota Bandung.

Selain untuk memperkuat identitas kawasan, penggunaan batu Andesit juga diharapkan dapat tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Plang Penutupan Jalan Diponegoro di Depan Gedung Sate dan Gasibu ternyata Ilegal

Related Post

Tinggalkan komentar