Sekitarbandung.com – Saat melihat orang lain berolahraga, sementara kita justru rebahan dan termasuk kaum mendang-mending yang hobi bermalas-malasan, mungkin muncul pertanyaan mengapa sebagian orang bisa begitu ketagihan berolahraga.
Fenomena ini disebut Exercise High, yaitu kondisi psikologis saat otak merasa lebih rileks, stres emosional berkurang, dan muncul sensasi nyaman yang membuat seseorang ingin kembali berolahraga.
Bukan Hormon Endorfin
Banyak orang mengira pemicu rasa candu ini adalah hormon endorfin. Namun, berdasarkan sejumlah riset neurosains terbaru, anggapan tersebut dinilai kurang tepat.
Faktanya, endorfin tidak dapat masuk ke otak. Secara biokimia, molekul endorfin terlalu besar untuk menembus blood-brain barrier atau dinding pembatas darah-otak.
Jadi, endorfin lebih banyak bekerja di otot untuk membantu meredakan nyeri, bukan menjadi zat utama yang membuat suasana hati terasa lebih bahagia.
Zat Endokannabinoid
Zat yang diduga berperan besar dalam fenomena ini adalah endokannabinoid. Senyawa kimia tersebut diproduksi secara alami oleh tubuh saat melakukan olahraga kardio.
Menariknya, struktur kimianya memiliki kemiripan dengan zat aktif yang terdapat pada tanaman ganja, yaitu THC.
Jika setelah berolahraga tubuh justru terasa sangat lelah dan tidak nyaman, bisa jadi intensitas olahraga yang dilakukan terlalu berlebihan.
Saat berolahraga terlalu keras hingga kehabisan napas, tubuh akan mengurangi pelepasan senyawa tersebut dan justru meningkatkan produksi hormon stres.
Akibatnya, alih-alih merasa rileks, tubuh justru mengalami stres secara fisik.
Baca Juga: Mengapa Amerika Serikat Disebut sebagai Tuan Rumah Piala Dunia Terburuk?
Ritme dan Intensitas
Kunci untuk memicu pelepasan “ganja alami” ini terletak pada ritme dan intensitas olahraga.
Jika kamu suka jogging, bersepeda, atau zumba, cobalah menggunakan kecepatan santai yang masih memungkinkan untuk mengobrol.
Jika sedang mengangkat beban, carilah ritme gerakan yang teratur selama minimal 30 menit tanpa harus memaksakan diri.
Jadi, tidak perlu terburu-buru atau berlatih hingga terlalu kelelahan.
Ingat, jangan menjadikan olahraga sebagai kompetisi untuk menyiksa diri hingga tumbang.
Karena pada saat detak jantung berada dalam kondisi stabil, tubuh akan lebih optimal memproduksi senyawa yang sering disebut sebagai “ganja alami” tersebut.
Baca Juga: FIFA Minta Haiti Ganti Desain Jersey karena Tidak Boleh Ada Unsur Politik

