Sekitarbandung.com – Setiap ada yang akan pingsan saat upacara atau mendadak meriang, refleks pertama kita biasanya selalu sama, yaitu memberikan teh manis hangat.
Bukan es jeruk, apalagi kopi panas. Lantas, mengapa harus teh manis hangat? Simak penjelasannya berikut ini!
Kopi justru dapat membuat asam lambung naik. Es jeruk bisa membuat perut terasa kurang nyaman. Sementara sekoteng atau bajigur membutuhkan waktu lebih lama untuk disiapkan.
Hal tersebut karena teh manis hangat bersifat netral, mudah diracik, dan tersedia hampir di mana-mana.
Bukan Obat
Faktanya, minuman ini bukan “obat” yang menyembuhkan penyakit. Fungsi utamanya lebih kepada membantu memulihkan kondisi tubuh yang sedang menurun.
Gula di dalamnya memberikan asupan karbohidrat sederhana. Tubuh yang tadinya lemas dapat memperoleh tambahan energi dengan lebih cepat.
Baca Juga: Selamat Hari Teh Internasional! Jawa Barat Jadi Salah Satu Penghasil Teh Terbesar di Indonesia
Alasan Harus Hangat
Suhu hangat dari minuman tersebut dapat membantu melebarkan pembuluh darah.
Sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan otot-otot yang tegang, seperti saat kram atau merasa tidak nyaman, bisa menjadi lebih rileks.
Belum lagi kandungan alami dari daun teh, yaitu L-theanine. Zat ini dikenal dapat membantu memberikan rasa tenang dan nyaman.
Senyawa tersebut dapat membantu mengurangi stres fisik tanpa menimbulkan rasa kantuk seperti beberapa jenis obat.
Rasanya Seperti Dipeluk
Tanpa disadari, mendapatkan teh manis saat sedang sakit sering kali memberikan rasa nyaman secara emosional.
Perasaan diperhatikan inilah yang sering dikaitkan dengan efek placebo, yaitu kondisi ketika otak ikut membantu menciptakan rasa lebih baik melalui sugesti positif.
Jadi, tidak heran jika kombinasi air hangat, gula, daun teh, dan rasa nyaman tersebut membuat teh manis hangat sering dianggap sebagai “pertolongan pertama” andalan oleh banyak orang.
Baca Juga: Cascara, Teh Herbal dari Kulit Buah Kopi yang Kaya akan Manfaat bagi Tubuh Kita

