Sekitarbandung.com – Jawa Barat merupakan salah satu penghasil teh terbesar di Indonesia. Pasalnya, provinsi ini menyumbang sekitar 70-80 persen produksi teh nasional.
Perkebunan teh tersebar di kawasan pegunungan, seperti Kabupaten Cianjur, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya, Bogor, dan Purwakarta.
Udara yang sejuk serta kondisi tanah pegunungan membuat kualitas teh Jawa Barat dikenal unggul. Sebagian besar produksi teh Jawa Barat juga berasal dari perkebunan rakyat.
Hal tersebut menunjukkan bahwa banyak petani lokal turut berperan dalam menjaga tradisi teh sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.
Teh Jawa Barat Mendunia
Teh Jawa Barat telah dikenal hingga mancanegara dan diminati di puluhan negara, mulai dari Malaysia, Pakistan, Uni Emirat Arab, Rusia, Inggris, hingga Australia.
Sebagian besar produk yang diekspor berupa teh hitam dan teh hijau yang memiliki cita rasa khas.
Baca Juga: Cascara, Teh Herbal dari Kulit Buah Kopi yang Kaya akan Manfaat bagi Tubuh Kita
Hilirisasi Produk Teh Jawa Barat
Teh Jawa Barat tidak hanya dijual dalam bentuk curah, tetapi Pemprov Jawa Barat juga mendorong hilirisasi agar produk teh lokal dapat diekspor dalam kemasan bermerek.
Tujuannya adalah meningkatkan nilai jual sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar dunia.
Bagi masyarakat Sunda, “ngeteh” tentu sudah menjadi bagian dari keseharian. Teh sering hadir dalam momen-momen berikut:
- Menerima tamu harian.
- Mengobrol santai bersama teman.
- Makan bersama keluarga besar.
- Kumpul rempug dengan warga.
Hal tersebut memang terlihat sederhana, tetapi penuh dengan kehangatan.
Kebun Teh Destinasi Wisata Terfavorit
Selain menjadi komoditas unggulan, kawasan kebun teh di Jawa Barat juga menjadi destinasi wisata favorit.
Mulai dari Pangalengan, Ciwidey, hingga kawasan teh di Cianjur, semuanya memiliki panorama khas yang memberikan suasana menenangkan.
Tepat hari ini, 21 Mei 2026, diperingati sebagai Hari Teh Internasional, momen ini menjadi pengingat bahwa secangkir teh bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang budaya, kerja keras para petani, dan kekayaan alam yang patut terus dijaga.
Baca Juga: Es Teh Manis untuk Buka Puasa, Segar atau Malah Berbahaya?

