sekitarbandung.com – Kinerja APBN Jawa Barat 2025 menunjukkan tren positif dengan mencatat surplus regional sebesar Rp11,58 triliun hingga 31 Agustus 2025. Laporan ini disampaikan Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Barat dalam konferensi pers di Gedung Keuangan Negara (GKN) Bandung, Senin (29/9).
Penerimaan Negara APBN Jawa Barat 2025
Kepala Kanwil DJBC Jawa Barat Finari Manan menjelaskan, penerimaan negara tumbuh 5,31% year on year (yoy), terutama dari Pajak Penghasilan, Cukai, dan Pajak Lainnya.
Sementara itu, Penerimaan Kepabeanan dan Cukai mencapai Rp19,66 triliun atau 64,25% dari target. Pertumbuhan didorong oleh kenaikan penerimaan cukai sebesar 5,06% berkat relaksasi penundaan pembayaran Cukai Hasil Tembakau (HT) hingga 90 hari.
Dari sisi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), realisasi mencapai Rp5,20 triliun atau 95,17% dari target. Angka ini tumbuh 10,50% yoy, terdiri dari PNBP lainnya yang naik 16,95% dan pendapatan PNBP BLU sebesar 4,42%.
Baca Juga : BRI Digital Banking Capai 99,1% Transaksi: Nasabah Semakin Nyaman dengan BRImo dan AgenBRILink
Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi Jawa Barat
Perekonomian Jawa Barat triwulan II 2025 tumbuh 2,33% (q-to-q) dan 5,23% (yoy) dengan PDRB ADHK sebesar Rp459,80 triliun. Tingkat inflasi Agustus 2025 tercatat 1,77% yoy dengan IHK 108,79.
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sukabumi (3,54%), sementara inflasi terendah tercatat di Kabupaten Bandung (1,46%). Penyumbang utama inflasi adalah emas perhiasan, bawang merah, minyak goreng, kopi bubuk, dan tomat.
Neraca Perdagangan Jawa Barat
Pada Juli 2025, neraca perdagangan Jawa Barat mencatat surplus USD 2,47 miliar. Ekspor mencapai USD 3,51 miliar, naik baik secara bulanan maupun tahunan. Impor tercatat USD 1,03 miliar, naik secara bulanan namun menurun yoy.
Dalam periode Januari–Juli 2025, perdagangan nonmigas dengan Amerika Serikat surplus USD 3,40 miliar. Namun, dengan Tiongkok dan Taiwan masing-masing defisit USD0,11 miliar dan USD1,29 miliar.
Belanja Negara APBN Jawa Barat 2025
Kepala Kanwil DJPb Jawa Barat Fahma Sari Fatma menyebut belanja negara hingga Agustus 2025 mencapai Rp78,54 triliun atau 64,18% dari pagu.
-
Belanja K/L: Rp23,58 triliun (52,97% dari pagu), mengalami perlambatan akibat efisiensi anggaran.
-
Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKD-DD): Rp54,96 triliun atau 70,60% dari pagu. TKD Rp49,37 triliun (69,04%) dan Dana Desa Rp5,59 triliun (88,21%).
Program Prioritas Nasional di Jawa Barat
Sejumlah program prioritas tetap berjalan optimal meski ada penyesuaian belanja:
-
Makan Bergizi Gratis (MBG): dilaksanakan di 27 kab/kota dengan 1,37 juta penerima manfaat.
-
Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP): menjangkau 38 ribu penerima di 1.576 lokasi.
-
Sekolah Rakyat: sudah beroperasi di 13 sekolah dengan 1.480 siswa.
-
Revitalisasi Sekolah: terealisasi Rp10,13 triliun.
-
SMA Unggul Garuda: resmi beroperasi di Bogor.
-
Ketahanan pangan: produksi beras mencapai 4,02 juta ton.
-
KUR dan UMi: Rp18,65 triliun untuk 345 ribu debitur dan Rp1,19 triliun untuk 246 ribu debitur.
Outlook APBN Jawa Barat 2025
Kinerja APBN Jawa Barat 2025 hingga Agustus dinilai on track. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas belanja negara, mempercepat realisasi anggaran, dan menjaga penerimaan agar tetap tumbuh sejalan dengan kondisi ekonomi global.
“APBN tetap menjadi instrumen utama mendukung program prioritas nasional sekaligus katalis pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat,” ujar Finari Manan.
Data resmi dapat diakses melalui Direktorat Jenderal Anggaran Kemenkeu RI.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

