Bandung Bentuk Satgas Makan Bergizi Gratis, Cegah Kasus Keracunan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun

Acsyara Aulia

Bandung Bentuk Satgas MBG, Cegah Kasus Keracunan

sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Seluruh dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pun mesti mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHP).
Wakil Wali Kota Bandung Erwin mengatakan, pembentukan Satgas MBG tersebut merupakan langkah nyata untuk memperkuat pengawasan di lapangan. Dia menekankan, Pemerintah Kota Bandung juga berkomitmen untuk meningkatkan mutu tata kelola dan pelayanan program MBG.

“Pembentukan Satgas MBG ini akan kami upayakan. Jangan sampai ada kasus keracunan lagi. Tingkatkan kualitas makanan dan pastikan distribusi menu gizi seimbang berjalan dengan baik. Saya yakin semua harus jalan bersama-sama,” kata Erwin, Selasa 14 Oktober 2025.

Pemkot Bandung, lanjut dia, juga mendorong penerapan SLHS bagi penyedia makanan dalam program MBG. Untuk memastikan keamanan dan mutu makanan yang dikonsumsi anak-anak sekolah, Pemkot Bandung juga menggandeng para ahli gizi dalam program MBG.

Menurut Erwin, peningkatan pengawasan dan kualitas program MBG pun turut disorot dalam rapat konsolidasi yang digelar Badan Gizi Nasional (BGN) di Sentul, Bogor, pada Senin 13 Oktober 2025. Rapat konsolidasi itu ditujukan untuk memperkuat tata kelola program MBG.

Dia pun mewanti-wanti agar seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi kasus keracunan. “Kita semua harus menjaga agar tidak ada lagi kasus keracunan pada siswa-siswi. Distribusi makanan harus terkelola dengan baik, dan kualitasnya harus terus dijaga,” ujar Erwin.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, penyedia jasa dalam program MBG meliputi 87 SPPG ditambah tiga yang lagi berproses. Sejauh ini program MBG di Kota Bandung diberikan kepada 312.840 peserta didik atau 63,58% dari total peserta didik.

Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain mengatakan, seluruh SPPG itu sedang berproses untuk mendapatkan SLHP. Serfifikasi itu, kata dia, juga mencakup kebersihan tempat dan proses pembuatan ma­ka­nan, maupun sanitasinya.

Baca juga : Tol Dalam Kota Bandung Bakal Dibangun Raja Tol Indonesia!

Dia mengaku belum mendapat laporan terbaru dari Dinkes soal penerbitan SLHP untuk SPPG di Kota Bandung. Dia me­nekankan diperlukan kehati-hatian dalam memberikan sertifikat tersebut. “Semua masih berproses. Kami juga tidak ingin buru-buru mengeluarkannya,” katanya.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar