Tol Dalam Kota Bandung Bakal Dibangun Raja Tol Indonesia!

sekitarbandung.com – Seperti juga proyek Tol Getaci, proyek jalan tol dalam kota Bandung yang akan dibangun oleh Raja Tol Indonesia, masuk di antara 18 proyek Tol

Acsyara Aulia

Seperti juga proyek Tol Getaci, proyek jalan tol dalam kota Bandung yang akan dibangun oleh Raja Tol Indonesia, masuk di antara 18 proyek Tol di Jabar dalam daftar Proyek Strategi Nasional (PSN) 2025. Bersama Tol Getaci dan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), jalan tol ini terdaftar dalam PSN 2025, seperti yang tetuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Peraturan ini merupakan Perubahan Kedelapan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. Seperti juga dengan Tol Getaci dan BIUTR, ketiga proyek jalan tol ini sebelumnya juga pernah masuk dalam PSN 2021 seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. Bersama BIUTR, proyek tol yang dibangun Raja Tol Indonesia tersebut, masuk dalam paket pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung. Namun tidak seperti kabar Tol Getaci yang cukup rame di media massa, perkembangan kelanjutan proyek jalan tol yang akan dibangun Raja Tol Indonesia itu, tak lagi terdengar perkembangannya. Sebelumnya, dia menyatakan akan menyiapkan investasi Rp 12 triliun untuk membangun jalan tol sepanjang 14,3 kilometer tersebut. Jalan Tol NS-Link Bandung Proyek jalan tol ini termasuk di antara 18 proyek jalan tol di Jawa Barat yang masuk dalam daftar PSN 2025. Tol NS-Link Bandung masuk dalam paket pengembangan jalan tol dalam Kota Bandung, bersama BIUTR. Tahun 2024, Kementerian PUPR ketika itu juga menyatakan bahwa Tol Dalam Kota Bandung yang akan dibangun pemerintah adalah BIUTR dan NS-Link Bandung. Ketika itu,Deputi VI Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, pada Selasa 14 Mei 2024 di Jakarta mengemukakan bahwaTol Dalam Kota Bandung yang akan dibangun adalah BIUTR dan NS Link . Menurutnya, keduanya masuk dalam dokumen rekapitulasi aturan PSN dimana pembangunan jalan tol dalam Kota Bandung yang mencangkup BIUTR dan NS Link. Dia mengatakan bahwa tol dalam Kota Bandung ini direkomendasikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. Adapun rute BIUTR adalah terkoneksi dari Gerbang Tol Pasteur-Ujungberung- Cileunyi sejauh 27,3 kilometer. Di Ujungberung, tol akan bercabang mengarah ke selatan ke Gedebage yang akan terhunung dengan gerbang Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi) di Gedebage, yang nantinya akan terkoneksi dengan Tol Getaci melalui Junction Gedebage. Sedangkan rute NS-Link Bandung akan terhubung dari Gerbang Tol Soroja di Pasirkoja kemudian mengarah ke BKR dan Jalan Laswi dan terhubung dengan BIUTR di Pusdai. Tol ini akan membentang sepanjang 14,2 kilometer. Profil NS-Link Bandung Kepastian masuknya NS-Link Bandung dalam 18 proyek jalan tol di Jawa Barat dalam daftar PSN 2025, tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Peraturan ini merupakan Perubahan Kedelapan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional. Adapun, Permenko Nomor 16 Tahun 2025 sendiri resmi ditetapkan pada 24 September 2025, dimana di dalamnya ada 50 proyek jalan tol yang akan dibangun di periode 2025-2029 selama pemerintahan Prabowo lima tahun ke depan. Profil proyek Tol NS-Link Bandung cukup menarik mengingat proyek tol ini atas inisiatif dan akan dibangun oleh pihak swasta yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada lewat anak usahanya yakni PT Citra Marga Lintas Jabar. Sebelumnya pada Februari 2023, Walikota Bandung yang ketika itu masih dipegang Yana Mulyana, mengatakan bahwa NS Link siap dibangun dan semua persiapan dan perizinan sudah rampung. Pada Juni 2023, rencana dimulainya pembangunan jalan tol ini semakin nyata, setelah bos PT Citra Marga Nusaphala Persada yakni Jusuf Hamka menyatakan bahwa jalan tol dengan nilai investasi Rp 12 triliun itu akan dimulai pembangunannya pada tahun 2024. Jusuf Hamka yang dikenal sebagai Raja Tol Indonesia, ketika itu berharap proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga proses pembebasan lahannya bisa diantu pemerintah. Mengutip dari steplan yang beredar di internet, NS-Link Bandung akan mengambil rute Jalan Pasirkoja- Jalan Peta- Tegalega- Jalan BKR- Jalan Pelajar Pejuang- Jalan Gatot Subroto- Jalan Laswi, Jalan Sukabumi-Jalan Supratman –Junction Pusdai. Tol sepanjang 14,2 kilometer itu cukup istimewa karena akan dibangun sepenuhnya di atas permukaan atau elevated atau Tol Layang. Jalan tol ini akan dilengkapi gerbang tol yang terdiri dari 5 Ramp Off (akses keluar) dan Ramp On (akses masuk). Adapun prodilnya adalah : Panjang : 14,3 kilometer Rencana kecepatan : 60 km per jam Jumlah Jalur : 2 Jumlah Ramp : 10 Kontraktor : PT Citra Marga Lintas Jabar Investasi : 12 Triliun Trase : Pasirkoja – Moh.Toha : 7,60 kilometer (elevated), Moh.Toha – Gatot Subroto : 3,60 kilometer (elevated), Gatot Subroto – Pusdai : 3,10 kilometer (elevated) Lokasi Ramp : -Ramp On : Soekarno Hatta, Leuwipanjang, Moh Ramdan, Gatot Subroto, Pusdai -Ramp Of : Soekarno Hatta, Moh. Toha, Moh Toha, Gatot Subroto, Pusdai.

sekitarbandung.com – Seperti juga proyek Tol Getaci, proyek jalan tol dalam kota Bandung yang akan dibangun oleh Raja Tol Indonesia, masuk di antara 18 proyek Tol di Jabar dalam daftar Proyek Strategi Nasional (PSN) 2025.

Bersama Tol Getaci dan Bandung Intra Urban Toll Road (BIUTR), jalan tol ini terdaftar dalam PSN 2025, seperti yang tetuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Peraturan ini merupakan Perubahan Kedelapan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Seperti juga dengan Tol Getaci dan BIUTR, ketiga proyek jalan tol ini sebelumnya juga pernah masuk dalam PSN 2021 seperti tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Bersama BIUTR, proyek tol yang dibangun Raja Tol Indonesia tersebut, masuk dalam paket pengembangan Jalan Tol Dalam Kota Bandung.

Namun tidak seperti kabar Tol Getaci yang cukup rame di media massa, perkembangan kelanjutan proyek jalan tol yang akan dibangun Raja Tol Indonesia itu, tak lagi terdengar perkembangannya. Sebelumnya, dia menyatakan akan menyiapkan investasi Rp 12 triliun untuk membangun jalan tol sepanjang 14,3 kilometer tersebut.

Jalan Tol NS-Link Bandung

Proyek jalan tol ini termasuk di antara 18 proyek jalan tol di Jawa Barat yang masuk dalam daftar PSN 2025. Tol NS-Link Bandung masuk dalam paket pengembangan jalan tol dalam Kota Bandung, bersama BIUTR.

Tahun 2024, Kementerian PUPR ketika itu juga menyatakan bahwa Tol Dalam Kota Bandung yang akan dibangun pemerintah adalah BIUTR dan NS-Link Bandung.

Ketika itu,Deputi VI Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, pada Selasa 14 Mei 2024 di Jakarta mengemukakan bahwaTol Dalam Kota Bandung yang akan dibangun adalah BIUTR dan NS Link .

Menurutnya, keduanya masuk dalam dokumen rekapitulasi aturan PSN dimana pembangunan jalan tol dalam Kota Bandung yang mencangkup BIUTR dan NS Link. Dia mengatakan bahwa tol dalam Kota Bandung ini direkomendasikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

Adapun rute BIUTR adalah terkoneksi dari Gerbang Tol Pasteur-Ujungberung- Cileunyi sejauh 27,3 kilometer. Di Ujungberung, tol akan bercabang mengarah ke selatan ke Gedebage yang akan terhunung dengan gerbang Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi) di Gedebage, yang nantinya akan terkoneksi dengan Tol Getaci melalui Junction Gedebage.

Sedangkan rute NS-Link Bandung akan terhubung dari Gerbang Tol Soroja di Pasirkoja kemudian mengarah ke BKR dan Jalan Laswi dan terhubung dengan BIUTR di Pusdai. Tol ini akan membentang sepanjang 14,2 kilometer.

Profil NS-Link Bandung

Kepastian masuknya NS-Link Bandung dalam 18 proyek jalan tol di Jawa Barat dalam daftar PSN 2025, tertuang dalam Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025. Peraturan ini merupakan Perubahan Kedelapan atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Adapun, Permenko Nomor 16 Tahun 2025 sendiri resmi ditetapkan pada 24 September 2025, dimana di dalamnya ada 50 proyek jalan tol yang akan dibangun di periode 2025-2029 selama pemerintahan Prabowo lima tahun ke depan.

Profil proyek Tol NS-Link Bandung cukup menarik mengingat proyek tol ini atas inisiatif dan akan dibangun oleh pihak swasta yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada lewat anak usahanya yakni PT Citra Marga Lintas Jabar.

Sebelumnya pada Februari 2023, Walikota Bandung yang ketika itu masih dipegang Yana Mulyana, mengatakan bahwa NS Link siap dibangun dan semua persiapan dan perizinan sudah rampung.

Pada Juni 2023, rencana dimulainya pembangunan jalan tol ini semakin nyata, setelah bos PT Citra Marga Nusaphala Persada yakni Jusuf Hamka menyatakan bahwa jalan tol dengan nilai investasi Rp 12 triliun itu akan dimulai pembangunannya pada tahun 2024.

Jusuf Hamka yang dikenal sebagai Raja Tol Indonesia, ketika itu berharap proyek ini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) sehingga proses pembebasan lahannya bisa diantu pemerintah.

Mengutip dari steplan yang beredar di internet, NS-Link Bandung akan mengambil rute Jalan Pasirkoja- Jalan Peta- Tegalega- Jalan BKR- Jalan Pelajar Pejuang- Jalan Gatot Subroto- Jalan Laswi, Jalan Sukabumi-Jalan Supratman –Junction Pusdai.

Tol sepanjang 14,2 kilometer itu cukup istimewa karena akan dibangun sepenuhnya di atas permukaan atau elevated atau Tol Layang.

Jalan tol ini akan dilengkapi gerbang tol yang terdiri dari 5 Ramp Off (akses keluar) dan Ramp On (akses masuk).

Adapun prodilnya adalah :

Panjang : 14,3 kilometer

Rencana kecepatan : 60 km per jam Jumlah

Jalur : 2

Jumlah Ramp : 10

Kontraktor : PT Citra Marga Lintas Jabar

Investasi : 12 Triliun

Baca juga : Kang DS: Pemda Harus Jadi Pilar Utama Pembangunan Nasional!

Trase : Pasirkoja – Moh.Toha : 7,60 kilometer (elevated), Moh.Toha – Gatot Subroto : 3,60 kilometer (elevated), Gatot Subroto – Pusdai : 3,10 kilometer (elevated)

Lokasi Ramp :

-Ramp On : Soekarno Hatta, Leuwipanjang, Moh Ramdan, Gatot Subroto, Pusdai

-Ramp Of : Soekarno Hatta, Moh. Toha, Moh Toha, Gatot Subroto, Pusdai.

Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar