sekitarbandung.com – Pemerintah Kota Bandung masih terus mencari lahan seluas minimal 5 hektare untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Pasalnya, saat ini, penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Kota Bandung masih menggunakan lokasi sementara di tiga tempat.
“Kami masih terus berupaya mencari lahan yang sesuai dengan aturan dari Kementerian Sosial, minimal sekitar 5 hektare. Kota Bandung memang terkendala lahan, tetapi kami tetap berusaha agar bisa memiliki Sekolah Rakyat yang permanen,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung Yorisa Sativa, Senin 10 November 2025.
Untuk memenuhi kebutuhan lahan tersebut, kata dia, Dinsos pun berkoordinasi dengan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) maupun Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP). Meski begitu, kebutuhan lahan buat Sekolah Rakyat masih sulit terpenuhi.
“Saat ini kami sedang bekerja sama dengan BKAD dan DPKP untuk mencari lahan sesuai syarat Kementerian Sosial, sekitar 5 hektare. Kami berharap bisa segera menemukan lokasi sehingga dapat diajukan ke Kementerian Sosial untuk dikaji dan disetujui,” katanya.
Yorisa mengatakan, pihaknya pun mempertimbangkan pembangunan Sekolah Rakyat dengan konsep vertikal sehingga luas lahan yang dibutuhkan bisa berkurang. “Namun, saat ini, konsep itu belum disetujui dan kami masih terus berkoordinasi,” ujarnya.
Baca juga : Jika Bojan Hodak Pergi, Ini 8 Calon Pelatih Persib!
Bila Pemkot Bandung telah memiliki lahannya, lanjut dia, maka pembangunan Sekolah Rakyat akan dibantu oleh pemerintah pusat. Pembangunannya pun turut meliputi asrama guru dan siswa, di mana setiap angkatan bakal menampung 1.000 siswa.
Yorisa menjelaskan, sementara ini Sekolah Rakyat di Kota Bandung masih menggunakan lokasi sementara di tiga tempat, Sentra Wyata Guna, Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos), dan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

