Bandung Smart City Berbasis Data: Masih Terkendala Kemacetan

sekitarbandung.com – Bandung smart city berbasis data menjadi target strategis Pemerintah Kota Bandung. Namun, kemacetan lalu lintas masih jadi hambatan besar yang belum teratasi karena

Aracely Azwa

Bandung Smart City Berbasis Data

sekitarbandung.comBandung smart city berbasis data menjadi target strategis Pemerintah Kota Bandung. Namun, kemacetan lalu lintas masih jadi hambatan besar yang belum teratasi karena sistem ATCS (Area Traffic Control System) belum berjalan otomatis.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyoroti persoalan ini dalam konferensi pers Selasa (22/7/2025). Menurutnya, sistem ATCS belum efektif karena belum mendapat data GPS kendaraan secara real-time.

“Alatnya sudah siap, tapi belum bisa otomatis karena belum ada datanya. Kita butuh data GPS dari pihak swasta. Tapi semua itu tidak gratis,” ujar Farhan.

Sistem yang dirancang untuk menyesuaikan durasi lampu lalu lintas secara dinamis ini saat ini masih dikendalikan manual. Padahal, pola lalu lintas tiap hari sangat berbeda.

“Hari Senin beda dengan Selasa, pagi beda dengan siang. Kalau sudah otomatis, lampu merah bisa disesuaikan,” tambahnya.

Baca Juga: Prasasti Cikapundung Diduga Peninggalan Kuno, Kajian Ilmiah Rampung Agustus

 Evaluasi Awal: Uji Coba Jam Sekolah

Sebagai bagian dari solusi jangka pendek menuju Bandung smart city berbasis data, Pemkot mulai menerapkan pengaturan jam masuk sekolah sejak pertengahan Juli 2025. Beberapa titik seperti Jalan Riau dan Sumatra mulai menunjukkan kelancaran. Namun, Cibiru justru padat di jam pulang.

Evaluasi dampak kebijakan ini dan kinerja ATCS akan dirilis oleh Dinas Perhubungan Kota Bandung pada Kamis (24/7/2025). Menurut Farhan, hasil nyata baru bisa terlihat setelah minimal tiga bulan penerapan.

Fokus Tambahan: Minimnya Penerangan Jalan

Selain ATCS, Pemkot juga berupaya mengatasi kekurangan Penerangan Jalan Umum (PJU). Penambahan lampu High Mast direncanakan di Gedebage dan Jalan Soekarno-Hatta.

“Kalau asetnya milik pemkot, kita pasang sendiri. Tapi untuk jalan provinsi, kita ajukan program, karena APBD provinsi sekarang hanya menerima program, bukan permintaan anggaran,” jelas Farhan.

Menuju Kota Pintar Sesungguhnya

Wali Kota Farhan menegaskan bahwa Bandung smart city berbasis data tidak hanya soal alat, tetapi tentang integrasi teknologi dan informasi.

“Sudah saatnya Bandung menjadi smart city yang beneran. Alatnya sudah ada, sekarang tinggal datanya dan sistem kerjanya,” pungkasnya.

Sebagai perbandingan, implementasi sistem lalu lintas berbasis data real-time sudah sukses dijalankan di kota seperti Singapura melalui ITS (Intelligent Transport System) dan Seoul dengan S-traffic.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar