sekitarbandung.com – Setelah beberapa waktu ditutup, akhirnya Bandung Zoo kembali buka dengan wajah baru dan konsep yang lebih modern. Pembukaan perdana yang digelar pada Senin (20/10/2025) ini disambut antusias oleh para pengunjung, terutama dari kalangan sekolah.
Menariknya, di hari pertama, pihak pengelola memberikan tiket gratis bagi tamu undangan dan lembaga pendidikan yang telah lama menantikan kesempatan berkunjung.
Menurut Humas Bandung Zoo, Sulhan Syafi’i, pembukaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk rasa syukur sekaligus tanggapan terhadap tingginya minat masyarakat, terutama dunia pendidikan.
“Banyak sekolah yang menghubungi kami. Karena kunjungan ke kebun binatang merupakan bagian dari kurikulum pembelajaran, maka kami buka dulu untuk tamu undangan secara gratis,” ungkap Sulhan.
Baca Juga: Atasi Banjir di Perbatasan Kota Bandung, Diperlukan Sinergi Lintas Daerah yang Nyata
Pembenahan dan Konsep Baru: Kandang Tanpa Pagar
Sebelum Bandung Zoo kembali buka, pengelola melakukan berbagai pembenahan besar-besaran. Sejak garis polisi resmi dicabut pada 13 Oktober lalu, area kebun binatang langsung ditata ulang.
Mulai dari kandang satwa, fasilitas umum, hingga sistem keamanan, semua diperbarui agar pengunjung merasa nyaman dan aman.
Salah satu inovasi menarik adalah konsep kandang tanpa pagar, di mana pengunjung bisa berinteraksi secara visual langsung dengan satwa tanpa sekat logam.
“Kami ingin menghadirkan suasana kebun binatang modern yang ramah satwa dan ramah pengunjung,” jelas Sulhan.
Sistem baru ini terinspirasi dari kebun binatang di luar negeri, yang menonjolkan harmoni antara edukasi dan konservasi tanpa mengorbankan keselamatan pengunjung.
Antusiasme Sekolah dan Masyarakat
Meski baru dibuka kembali untuk undangan terbatas, antusiasme publik luar biasa tinggi. Sejumlah taman kanak-kanak dan sekolah dasar langsung memanfaatkan kesempatan untuk kegiatan edukatif.
Semua pengunjung wajib menyerahkan identitas dan didaftarkan secara resmi di pintu masuk.
“Kami tetap memberi jaminan asuransi bagi setiap pengunjung, karena keselamatan adalah prioritas kami,” tambah Sulhan.
Tak hanya fasilitas fisik, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga dilakukan. Tim teknis dan perawat satwa mengikuti pelatihan serta studi banding ke berbagai daerah untuk memperkuat standar profesionalisme pengelolaan.
Bandung Zoo: Warisan Panjang Edukasi dan Konservasi
Kebun Binatang Bandung memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada tahun 1933 oleh Ena Bratakusumah, dan kini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Bratakusumah melalui Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT).
Bandung Zoo juga telah mengantongi izin operasional dari Kementerian Kehutanan hingga 2033, yang memperkuat legalitasnya dalam kegiatan konservasi dan edukasi.
“Bandung Zoo bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan bagian dari kebahagiaan warga Kota Bandung,” tegas Sulhan.
Lebih dari 400 sekolah dari seluruh Jawa Barat rutin berkunjung ke tempat ini setiap tahunnya. Tak hanya itu, berbagai universitas ternama seperti IPB, UPI, hingga Universitas Brawijaya menjadikan Bandung Zoo sebagai lokasi penelitian dan observasi satwa.
Harapan Bandung Zoo untuk Masa Depan
Dengan konsep baru yang lebih modern, pengelola berharap Bandung Zoo menjadi destinasi wisata edukatif unggulan di Jawa Barat.
“Ke depan, kami ingin Bandung Zoo menjadi ikon kebun binatang modern Indonesia yang mendidik, menghibur, dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap alam,” tutup Sulhan.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program edukasi dan jadwal kunjungan Bandung Zoo, pengunjung dapat mengakses situs resmi Pemerintah Kota Bandung atau laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia guna mengetahui kebijakan terbaru terkait konservasi satwa di Indonesia.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

