Banjir Cibaduyut Makin Parah, Pemkot Bandung Siapkan Solusi di Perbatasan

sekitarbandungcom – Banjir Cibaduyut kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung setelah genangan masih terjadi di kawasan Cibaduyut dan sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Persoalan tersebut berkaitan dengan

nathanael gihon

Banjir Cibaduyut Makin Parah, Pemkot Bandung Siapkan Solusi di Perbatasan

sekitarbandungcom – Banjir Cibaduyut kembali menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung setelah genangan masih terjadi di kawasan Cibaduyut dan sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Persoalan tersebut berkaitan dengan kapasitas saluran, sedimentasi, serta jaringan drainase yang terhubung dengan wilayah Kabupaten Bandung.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai penanganan persoalan itu membutuhkan kerja sama lintas wilayah. Sebab, aliran air tidak berhenti pada batas administratif antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Berdasarkan keterangan Pemkot Bandung, persoalan tersebut disoroti Farhan saat kegiatan Siskamling Siaga Bencana ke-101 di Kelurahan Cibaduyut, Kecamatan Bojongloa Kidul, pada 8 September 2026.

Banjir Cibaduyut Dipengaruhi Kondisi Saluran

Banjir Cibaduyut dan genangan di sekitar Jalan Soekarno-Hatta dipengaruhi kondisi drainase yang saling terhubung. Pemkot Bandung menyebut kapasitas saluran dan sedimentasi menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditangani.

Farhan menjelaskan, pada sejumlah titik saluran air dari arah Kota Bandung memiliki ukuran cukup besar. Namun, ketika aliran memasuki wilayah Kabupaten Bandung, saluran tersebut mengalami penyempitan.

Kondisi itu berpotensi menghambat aliran air, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Air yang tidak mengalir secara optimal kemudian dapat tertahan dan meningkatkan risiko genangan di kawasan yang berada di sekitar perbatasan.

Karena itu, penyelesaian persoalan banjir tidak dapat hanya dilakukan oleh satu pemerintah daerah. Sistem drainase yang saling terhubung membuat penanganan membutuhkan komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

Selain persoalan kapasitas dan penyempitan saluran, sedimentasi juga menjadi perhatian. Kondisi saluran yang mengalami pendangkalan dapat memengaruhi kemampuan jaringan drainase dalam mengalirkan air ketika curah hujan meningkat.

Baca juga: Basmut Keliling Bandung, 2 Bahan Pokok Ini Jadi Pilihan Favorit Warga

Pemkot Siapkan Langkah Penanganan

Pemkot Bandung menyiapkan normalisasi saluran sebagai langkah jangka pendek untuk mengurangi risiko genangan. Upaya tersebut diharapkan membantu memperlancar aliran air dan mempercepat surutnya genangan ketika hujan deras terjadi.

Farhan meminta langkah pengurangan risiko tersebut mulai berjalan pada September 2026. Penanganan juga tidak hanya diarahkan kepada perangkat pemerintah, tetapi melibatkan warga yang tinggal di kawasan perbatasan.

Menurut Farhan, masyarakat dapat bergerak bersama untuk menjaga lingkungan dan saluran air. Pemerintah tetap memberikan dukungan melalui kecamatan, kelurahan, serta perangkat daerah yang berkaitan dengan penanganan lingkungan dan drainase.

Pendekatan tersebut dipandang penting karena persoalan air bersifat lintas wilayah. Saluran yang berada di satu wilayah administratif dapat menerima atau meneruskan aliran dari kawasan lain sehingga penanganannya membutuhkan keterlibatan bersama.

Selain normalisasi, Pemkot Bandung menyoroti bangunan permanen maupun semi permanen yang berdiri di atas saluran air. Farhan menegaskan bangunan yang mengganggu fungsi saluran tidak boleh dibiarkan karena dapat menghambat aliran dan menyulitkan pemeliharaan.

Pemerintah juga meminta masyarakat serta aparat kewilayahan melaporkan titik saluran air yang membutuhkan penanganan. Informasi dari lapangan dapat membantu menentukan lokasi yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Banjir Cibaduyut dan kawasan sekitar Jalan Soekarno-Hatta menjadi contoh bahwa penanganan genangan membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Ketika persoalan drainase melintasi batas wilayah, koordinasi menjadi bagian penting agar solusi dapat dilakukan secara menyeluruh.

Baca juga:SIM Keliling Bandung 11 September 2026, Solusi Praktis Perpanjang SIM

Dengan normalisasi saluran sebagai langkah jangka pendek dan keterlibatan warga sebagai bagian dari pengurangan risiko, Pemkot Bandung berharap persoalan genangan dapat ditangani secara bertahap. Pemerintah juga tetap mendorong komunikasi dengan Kabupaten Bandung karena kondisi drainase di kawasan perbatasan saling berkaitan.

Bagi warga, menjaga saluran tetap bersih dan tidak terhalang menjadi bagian penting dalam mendukung penanganan. Upaya tersebut berjalan bersama dukungan pemerintah agar aliran air dapat berfungsi lebih baik.

Penanganan Banjir Cibaduyut tidak hanya menyangkut satu titik genangan. Persoalan ini berkaitan dengan jaringan drainase, kapasitas saluran, sedimentasi, dan hubungan aliran air antardaerah. Karena itu, solusi yang disiapkan perlu dilakukan melalui koordinasi dan dukungan masyarakat.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan langkah pengurangan risiko mulai berjalan pada September 2026. Perkembangan penanganan selanjutnya akan bergantung pada koordinasi antarwilayah serta kondisi saluran di lapangan. Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko genangan saat hujan deras berikutnya.

Related Post

Tinggalkan komentar