Beras Oplosan Soreang Bandung: Omzet Pedagang Anjlok hingga 40%

sekitarbandung.com – Kasus beras oplosan di Soreang, Kabupaten Bandung kembali mencuat dan berdampak langsung pada penjualan para pedagang pasar. Salah satu pedagang beras di Pasar

Aracely Azwa

Beras Oplosan Soreang Bandung

sekitarbandung.com – Kasus beras oplosan di Soreang, Kabupaten Bandung kembali mencuat dan berdampak langsung pada penjualan para pedagang pasar. Salah satu pedagang beras di Pasar Soreang mengaku omzetnya menurun drastis hingga 40% setelah isu beras oplosan viral di masyarakat.

“Setelah ada isu itu, pembeli jadi takut. Biasanya bisa habis 1 kuintal sehari, sekarang paling 60–70 kg,” ujar Yayan, pedagang beras di Pasar Soreang, saat diwawancarai, Rabu (17/7/2025).

Baca Juga: Profesor Sofian Effendi Klarifikasi Pernyataan Jokowi Drop Out, Sampaikan Permintaan Maaf

Kronologi Isu Beras Oplosan

Isu ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang menampilkan beras dalam kemasan yang diduga oplosan, yaitu mencampurkan beras premium dan medium tanpa label yang jelas. Lokasi dalam video tersebut diduga berada di kawasan Soreang, Kabupaten Bandung. Dalam hitungan hari, kekhawatiran masyarakat meningkat dan mempengaruhi pola konsumsi.

Tanggapan Pemerintah

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Bandung, Iwan Rukmana, menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan sidak ke sejumlah kios di pasar tradisional.

“Kami sedang menelusuri asal-usul beras tersebut dan memeriksa distributor yang terlibat,” katanya. Ia menambahkan, jika terbukti ada unsur pelanggaran hukum, tindakan tegas akan diambil sesuai Undang-Undang Perlindungan Konsumen.

Dampak Terhadap Pasar

Banyak pedagang mengeluhkan sepinya pembeli, bahkan ada yang terpaksa mengurangi stok karena takut tidak laku. Beberapa pembeli juga memilih untuk membeli beras kemasan berlabel dari minimarket dibanding dari pasar tradisional.

Harapan Pedagang

Para pedagang berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi resmi untuk meredam kepanikan masyarakat. Selain itu, diperlukan pengawasan ketat terhadap peredaran beras, baik dari produsen hingga ke pengecer.

“Kami ini cuma jualan. Kalau terus begini, kami bisa rugi besar,” tambah Yayan dengan nada khawatir.

Lebih lengkap, cek update di situs resmi Disperindag Jabar — misalnya pada bagian pengawasan bahan pokok, biasanya tersedia informasi operasi pasar dan hasil uji laboratorium beras

Ingin update terbaru tentang peristiwa penting di sekitar Bandung? Selalu kunjungi website sekitarbandung.com.

Related Post

Tinggalkan komentar