Profesor Sofian Effendi Klarifikasi Pernyataan Jokowi Drop Out, Sampaikan Permintaan Maaf

sekitarbandung.com – Polemik lama mengenai ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah pernyataan mengejutkan dari Profesor Sofian Effendi, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia

Aracely Azwa

Sofian Effendi

sekitarbandung.com – Polemik lama mengenai ijazah Presiden Joko Widodo kembali mencuat setelah pernyataan mengejutkan dari Profesor Sofian Effendi, mantan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia sempat menyebut bahwa Jokowi pernah drop out (DO). Namun, tak lama berselang, Sofian menyampaikan klarifikasi terbuka dan menarik ucapannya.

Klarifikasi Sofian Effendi soal Status Akademik Jokowi

Sofian Effendi, yang menjabat Rektor UGM pada 2002–2007, menjadi sorotan usai video wawancaranya di kanal YouTube Langkah Update beredar luas. Dalam rekaman itu, ia mengatakan bahwa Jokowi tidak lulus karena tidak mengikuti ujian skripsi dan hanya mengantongi gelar sarjana muda.

Namun, hanya sehari setelah video itu ramai, Sofian mengeluarkan pernyataan tertulis yang membantah klaim tersebut. Ia menyatakan sepakat dengan keterangan resmi dari UGM.

“Saya menyatakan bahwa pernyataan Rektor UGM Prof. Dr. Ova Emilia tertanggal 11 Oktober 2022 memang sesuai dengan bukti-bukti yang tersedia di Universitas,” ujar Sofian dalam klarifikasinya pada Kamis (17/7/2025).

Sofian juga meminta agar video tersebut dihapus dari platform YouTube, dan menyampaikan permohonan maaf kepada publik serta pihak-pihak yang terdampak.

Baca Juga: Arief Camra, Pendiri Panti Lansia dengan Aturan Tegas untuk Anak yang Buang Orangtua

Bukti akademik Presiden Jokowi sendiri telah ditegaskan oleh UGM melalui rilis resmi mereka pada ugm.ac.id, yang menyatakan bahwa ijazah Jokowi valid dan dikeluarkan oleh kampus.

Pernyataan Awal: Jokowi Tak Ujian Skripsi?

Dalam pernyataan awal yang telah ia ralat, Sofian Effendi menyebut Jokowi tidak memenuhi syarat akademik dan menuduh skripsinya merupakan hasil salinan. Namun ia kini mengaku bahwa tuduhan tersebut tidak didasari bukti yang kuat.

Klarifikasi ini menjadi penegasan atas integritas akademik dan pentingnya akurasi dalam menyampaikan informasi kepada publik, terutama dari seorang akademisi senior.

Profil Singkat Sofian Effendi

Terlepas dari kontroversi ini, Profesor Sofian Effendi memiliki latar belakang akademik dan birokrasi yang panjang. Ia pernah menjabat:

  • Kepala Badan Kepegawaian Negara (1999–2000)

  • Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara (2014–2019)

  • Dewan Pembina The Habibie Center (2019–sekarang)

  • Pendiri lembaga studi di UGM sejak era 1980-an

Klarifikasi dari Sofian Effendi menjadi catatan penting tentang etika akademik dan tanggung jawab sosial. Ia mengakui kebenaran yang disampaikan oleh UGM, dan meminta maaf atas kekeliruan yang sempat memicu polemik.

Untuk membaca keterangan resmi seputar status ijazah Presiden Jokowi dari UGM, kunjungi ugm.ac.id.

Jika ingin update terbaru seputar peristiwa nasional maupun inspirasi dari Bandung dan sekitarnya, selalu kunjungi sekitarbandung.com.

Related Post

Tinggalkan komentar