Blok M Alami Mati Suri, Tempat yang Jadi Saksi Pasang Surut Kehidupan Kota di Jakarta

Sekitarbandung.com – Jakarta dikenal sebagai kota yang keras. Jika tidak bisa relevan, maka akan tersingkir, tetapi Blok M seolah memiliki sembilan nyawa karena tidak pernah

Dicky Wicaksono

Blok M Alami Mati Suri, Tempat yang Jadi Saksi Pasang Surut Kehidupan Kota di Jakarta
Blok M Alami Mati Suri, Tempat yang Jadi Saksi Pasang Surut Kehidupan Kota di Jakarta

Sekitarbandung.com – Jakarta dikenal sebagai kota yang keras. Jika tidak bisa relevan, maka akan tersingkir, tetapi Blok M seolah memiliki sembilan nyawa karena tidak pernah benar-benar mati.

Jika sebuah kawasan mulai sepi, biasanya dianggap telah mati. Namun tidak dengan Blok M, pusat nongkrong legendaris era 80-90an yang kini kembali menjadi primadona di Jakarta.

Pada masanya, Blok M menjadi pusat nongkrong paling hits. JJS (Jalan-Jalan Sore) populer di sana, menjadi tempat remaja untuk mejeng dan hangout di mal-mal legendaris.

Memasuki tahun 2000-an, pamor Blok M mulai meredup. Munculnya mal-mal baru dan perubahan perilaku belanja masyarakat membuat kawasan ini perlahan ditinggalkan.

Blok M pun kehilangan daya tariknya secara bertahap. Puncaknya terjadi pada 2015, ketika banyak toko tutup, terminal sepi, dan pengunjung mulai menjauh.

Di tengah kondisi tersebut, Blok M masih memiliki denyut kehidupan lain, yakni kawasan Little Tokyo. Restoran Jepang, izakaya, dan bar karaoke bermunculan di Jalan Melawai.

Selain itu, Festival Ennichisai rutin digelar setiap tahun sejak 2010. Meski Blok M mengalami mati suri, komunitas Jepang tetap menjaga kawasan ini tetap hidup.

Baca Juga: Kopo: dari Jalur “Emas” hingga Jadi Ikon Kesabaran di Bandung

Namun pandemi COVID-19 semakin memperparah keadaan. Banyak kios tutup permanen dan Mal Blok M nyaris kosong.

Kondisi diperburuk dengan dihentikannya operasional Metromini dan Kopaja, serta pengerjaan proyek fase 1 MRT Jakarta yang membuat kawasan semakin semrawut.

Tahun 2019 menjadi titik balik kebangkitan Blok M. Stasiun MRT Blok M dan M Bloc Space resmi dibuka secara bersamaan.

Hadirnya stasiun MRT memudahkan akses, sementara M Bloc Space menghadirkan energi kreatif dan alternatif tongkrongan baru.

Dampaknya, kawasan lain ikut bergerak. Mal Blok M Hub bawah tanah yang dulu terbengkalai kini berubah menjadi sentra kuliner.

Bahkan Taman Literasi Martha Christina Tiahahu yang sempat terlupakan kini disulap menjadi ruang baca yang modern dan menarik.

Media sosial turut berperan besar dalam kebangkitan ini. Dengan ekosistem lengkap dari transportasi hingga komunitas, Blok M dijuluki “Negara Blok M” oleh generasi muda di media sosial.

Kini, Blok M menjadi ruang di mana nostalgia masa lalu dan optimisme masa depan bertemu, berjalan berdampingan sambil menikmati secangkir kopi.

Baca Juga: Operasi Katarak Gratis di Summarecon Bandung, Berikut Syarat dan Jadwal Pelaksanaannya!

Related Post

Tinggalkan komentar