sekitarbandung.com – Program BRI Peduli Yok Kita Gas kembali menjadi perbincangan karena menghadirkan inovasi pengelolaan sampah plastik yang mampu menggandeng masyarakat secara langsung. Program ini menonjolkan penggunaan mesin Reverse Vending Machine (RVM) yang dapat menukar botol plastik menjadi poin. Langkah ini didukung oleh Menteri UMKM serta Raffi Ahmad yang ikut hadir memberikan dukungan dalam kampanye edukasi lingkungan tersebut.
BRI Peduli Yok Kita Gas: Inisiatif Pengelolaan Sampah Plastik Masa Kini
Isu sampah plastik semakin mendesak, terutama di kota besar. Melalui program BRI Peduli Yok Kita Gas, masyarakat diajak lebih sadar tentang pentingnya memilah sampah sejak dari rumah. Program ini menggabungkan teknologi, edukasi, dan insentif ekonomi sehingga menjadi solusi praktis untuk mengurangi sampah plastik.
Baca Juga: BRI Perkuat Transformasi Teknologi UMKM lewat Aksi Nyata di PRABU Expo 2025
Dukungan Pemerintah terhadap Program BRI Peduli Yok Kita Gas
Kehadiran Menteri UMKM dan Raffi Ahmad menjadi bukti bahwa BRI Peduli Yok Kita Gas memiliki kontribusi signifikan dalam upaya edukasi lingkungan nasional. Kehadiran mereka di lokasi acara RVM BRI memperkuat pesan bahwa pengurangan sampah plastik perlu dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat.
Cara Kerja RVM dalam Program BRI Peduli Yok Kita Gas
Proses Penukaran Botol Plastik di RVM BRI Peduli Yok Kita Gas
Mesin RVM merupakan salah satu perangkat utama dalam program BRI Peduli Yok Kita Gas. Mesin ini bekerja dengan:
-
Pengunjung memasukkan botol plastik
-
Botol dipindai oleh sistem
-
Mesin memberikan poin otomatis
-
Pengguna menukar poin dengan saldo e-wallet melalui Plasticpay
Dengan metode ini, masyarakat semakin mudah untuk ikut serta dalam pengelolaan sampah.
Pencapaian RVM dalam Event KOPLING Melalui Program BRI Peduli Yok Kita Gas
Selama acara Koplo Keliling (KOPLING) 2025, program BRI Peduli Yok Kita Gas mencatat hasil positif:
-
56,1 kilogram sampah plastik terkumpul
-
109 transaksi penyetoran botol
-
Pengurangan jejak karbon mencapai 297.000 gram
-
Penyusutan area lahan terdampak sebesar 47,40 meter persegi
Ini menunjukkan partisipasi pengunjung cukup tinggi.
Perkembangan Program RVM Sejak Diluncurkan
Sejak hadir di 2024, BRI Peduli Yok Kita Gas telah menempatkan delapan unit RVM strategis di berbagai titik kota Jakarta. Total capaian hingga kini:
-
4.281,4 kilogram botol plastik terkumpul
-
2.349 pengguna terlibat
-
Lebih dari 42 ribu transaksi
-
22 juta gram jejak karbon berkurang
-
3.617 meter persegi lahan terselamatkan
Data tersebut menunjukkan bahwa program ini memberikan perubahan nyata terhadap perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
BRI Peduli Yok Kita Gas Mendukung SDGs dan Agenda Lingkungan
Program BRI Peduli Yok Kita Gas mendukung pencapaian beberapa indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama mengenai pengurangan polusi dan peningkatan kualitas lingkungan. Program ini juga selaras dengan agenda pemerintah mengenai keberlanjutan dan pengelolaan sampah terintegrasi.
Implementasi Ganda Program BRI Peduli Yok Kita Gas
1. Implementasi Pasar Tradisional
Di area pasar, program BRI Peduli Yok Kita Gas fokus pada pengurangan sampah yang dihasilkan pedagang dan pengunjung.
2. Implementasi Lingkungan Masyarakat
Program ini juga diterapkan di:
-
TPST
-
Bank sampah
-
Wilayah padat permukiman
Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah dan mendaur ulang sampah.
Nilai Ekonomi di Balik Program BRI Peduli Yok Kita Gas
Melalui pendekatan insentif langsung, masyarakat dapat merasakan bahwa botol plastik memiliki nilai ekonomi. Program BRI Peduli Yok Kita Gas mengajak masyarakat mengubah sampah menjadi saldo yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Program BRI Peduli Yok Kita Gas memberikan dampak positif dari sisi ekonomi maupun lingkungan. Melalui teknologi RVM dan dukungan figur publik, program ini berhasil mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam upaya menjaga lingkungan hidup. Dengan perkembangan yang konsisten, program ini berpotensi menjadi model edukasi sampah yang lebih luas di masa depan.
Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

