Bandung dikenal sebagai kota kreatif sekaligus padat lalu lintas, apalagi di akhir pekan atau musim liburan. Tak jarang motor menjadi pilihan utama mobilitas karena dinilai cepat dan efisien. Namun, risiko kecelakaan saat boncengan tetap tinggi jika tidak memahami teknik dan etika berkendara yang benar.
Menurut data Korlantas Polri (2024), 60% kecelakaan lalu lintas yang melibatkan sepeda motor terjadi karena kurangnya kehati-hatian saat membawa penumpang. Karena itu, penting bagi warga dan wisatawan di Bandung memahami cara aman boncengan motor di Bandung agar perjalanan tetap nyaman dan selamat.
Gunakan Helm Standar SNI untuk Pengendara dan Pembonceng
Jangan pernah meremehkan pentingnya helm, baik untuk pengendara maupun pembonceng. Gunakan helm berstandar SNI dan pastikan pengait terkunci dengan baik.
Laporan WHO (2023) menyatakan pemakaian helm standar dapat menurunkan risiko kematian sebesar 42% dan cedera kepala berat hingga 69%.
Tips praktis:
-
Pilih helm full-face atau half-face yang pas di kepala
-
Hindari memakai helm longgar atau sudah retak
-
Pastikan pengait klik dengan benar, jangan hanya digantung
Duduk Tegak, Jangan Mencondong ke Samping atau Belakang
Posisi duduk sangat berpengaruh pada keseimbangan motor, terutama saat melaju di tikungan atau kondisi jalan menanjak seperti di Dago, Lembang, atau Punclut.
Cara ideal:
-
Duduk sejajar dan rapat ke pengendara
-
Hindari bersandar terlalu ke belakang
-
Ikuti gerakan pengendara saat berbelok
Banyak pengendara mengeluh kehilangan keseimbangan akibat pembonceng yang “panik” dan melakukan gerakan mendadak.
Komunikasi Sebelum dan Saat Berkendara
Banyak kecelakaan ringan hingga serius terjadi karena miskomunikasi antara pengendara dan pembonceng, seperti saat akan berhenti mendadak atau melewati jalan rusak.
Solusi:
-
Tentukan sinyal tangan atau verbal untuk berhenti, turun, atau memperlambat
-
Gunakan intercom helm jika memungkinkan
-
Hindari ngobrol berlebihan yang bisa mengganggu konsentrasi
Pilih Rute yang Minim Kemacetan dan Jalan Rusak
Bandung punya banyak shortcut, tapi tak semuanya ramah untuk motor berboncengan. Hindari jalur ekstrem seperti turunan Tajur atau tanjakan Ciumbuleuit saat cuaca buruk atau motor sedang membawa beban berat.
Rekomendasi rute aman:
-
Gunakan Google Maps dengan filter “hindari jalan rusak”
-
Hindari jam sibuk seperti 07.00–09.00 dan 16.00–19.00 di jalan utama seperti Jalan Setiabudi atau Pasteur
-
Pilih jalur alternatif seperti Jalan Cipaganti – Sukajadi
Kenakan Perlengkapan Tambahan: Jaket, Sepatu, dan Sarung Tangan
Bandung dikenal dengan udara yang cukup dingin di pagi dan malam hari. Selain untuk kenyamanan, perlengkapan ini juga bisa mengurangi risiko cedera jika terjatuh.
Wajib dipakai:
-
Jaket berbahan tebal atau windproof
-
Sepatu tertutup (hindari sandal jepit)
-
Sarung tangan anti slip
Menurut riset Dishub Bandung (2022), 74% pengendara motor yang mengalami kecelakaan ringan tanpa perlengkapan lengkap mengalami luka gesek lebih parah dibanding yang menggunakan jaket dan sepatu.
Baca juga : Begini Kondisi Jalanan Bandung Saat Hujan
Boncengan Aman, Nyaman, dan Bertanggung Jawab
Memahami cara aman boncengan motor di Bandung adalah hal esensial, bukan sekadar gaya hidup. Dengan mengenakan perlengkapan lengkap, menjaga posisi duduk, memilih rute yang aman, serta membangun komunikasi dengan pengendara, kita bisa mengurangi risiko kecelakaan secara signifikan.
Bandung memang indah untuk dijelajahi dengan motor, tetapi keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Yuk, jadi pengendara dan pembonceng yang bertanggung jawab di jalan!

