Sekitarbandung.com – Cuaca dingin yang belakangan dirasakan warga Bandung, terutama pada malam hingga pagi hari, dinilai berpotensi memicu peningkatan kasus penyakit pernapasan seperti flu dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Suhu udara yang lebih rendah dari biasanya membuat tubuh harus beradaptasi lebih keras, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan daya tahan tubuh lemah.
Kondisi udara dingin dan lembap dapat memudahkan virus berkembang dan menyebar, terlebih ketika aktivitas masyarakat banyak dilakukan di ruang tertutup dengan sirkulasi udara terbatas.
Gejala yang umum muncul akibat flu dan ISPA antara lain batuk, pilek, demam, sakit tenggorokan, hingga sesak napas, yang kerap dianggap ringan namun bisa berkembang menjadi lebih serius jika tidak ditangani dengan baik.
Baca Juga: Bandung Terasa Lebih Tiris dari Biasanya, Begini Penjelasan dari BMKG dan Bobotoh!
Selain faktor cuaca, kelelahan, kurang istirahat, serta pola makan yang tidak seimbang juga turut memperbesar risiko penurunan daya tahan tubuh.
Masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengenakan pakaian hangat, memperbanyak konsumsi air putih, makan makanan bergizi, serta menghindari paparan udara dingin berlebihan pada malam dan pagi hari.
Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan secara rutin dan menggunakan masker saat merasa tidak enak badan, juga dinilai penting untuk menekan penyebaran penyakit pernapasan.
Dengan meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kesehatan sejak dini, masyarakat diharapkan dapat tetap beraktivitas dengan aman meski cuaca dingin masih menyelimuti Kota Bandung.
Baca Juga: BMKG Rilis Rentetan Gempa 2.2–3.8 Mag di Kabupaten Bandung pada Hari Pertama Tahun 2026

