Sekitarbandung.com – Kasus penjual es gabus yang sempat viral kini terus memancing reaksi publik setelah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, angkat suara dan mengungkap fakta yang berbeda dari narasi awal yang beredar di media sosial.
Kisah ini bermula ketika seorang pedagang es gabus bernama Sudrajat viral usai videonya tersebar di media sosial.
Dalam video tersebut, ia menyebut dirinya menjadi korban intimidasi oknum aparat karena dagangannya dituding menggunakan bahan spons. Cerita itu menimbulkan simpati luas dan perhatian dari berbagai pihak.
Merespons viralnya kasus tersebut, Dedi Mulyadi turun langsung menemui Sudrajat dan melakukan klarifikasi.
Dalam pertemuan itu, Dedi menemukan sejumlah ketidaksesuaian antara pengakuan Sudrajat dan fakta di lapangan, termasuk soal kondisi tempat tinggal dan bantuan yang pernah diterimanya.
Dedi sempat menunjukkan emosinya saat menjelaskan bahwa Sudrajat sebelumnya mengaku tinggal di kontrakan, padahal kemudian terungkap rumah itu merupakan miliknya sendiri yang pernah mendapatkan bantuan rusun.
Temuan ini memicu reaksi keras Dedi yang bahkan sampai menggebrak meja sebagai ekspresi kekecewaannya.
Klarifikasi lebih lanjut menunjukkan bahwa Sudrajat juga disebut memberikan pernyataan yang tidak konsisten soal bantuan dan kondisi keluarganya, tampaknya memanfaatkan simpati publik yang awalnya muncul.
Sikap tegas Dedi Mulyadi dalam menanggapi kasus ini kemudian ikut menarik perhatian tokoh lain, termasuk Deddy Corbuzier yang melalui media sosialnya menyampaikan kekecewaan setelah fakta tersebut terungkap dan bahkan membatalkan rencana bantuan lanjutan kepada Sudrajat.
Perkembangan ini memicu debat di kalangan warganet, sebagian netizen menyayangkan sikap penjual es gabus yang dinilai tidak jujur, sementara sebagian lainnya tetap menekankan pentingnya berhati-hati terhadap narasi simpati di media sosial agar tidak disalahgunakan.
Kasus ini menjadi perhatian luas karena menunjukkan bagaimana informasi viral di media sosial dapat berubah arah ketika diklarifikasi oleh pihak berwenang, sekaligus mengingatkan publik untuk lebih kritis dalam menanggapi cerita-cerita yang menjadi konsumsi online.
Baca Juga: Gaji Ribuan Pegawai PPPK di Jawa Barat Belum Dibayar, Begini Penjelasan Dedi Mulyadi!

