Demo HMI Bandung Kritik 2 Tahun Prabowo-Gibran, Mahasiswa Soroti Evaluasi MBG

sekitarbandungcom – Demo HMI Bandung berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 3 November 2026. Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian

nathanael gihon

sekitarbandungcom – Demo HMI Bandung berlangsung di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa, 3 November 2026.

Aksi tersebut menjadi ruang penyampaian kritik mahasiswa terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandung datang ke kawasan gedung DPRD sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai kebijakan pemerintah, mulai dari persoalan ekonomi hingga pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempertanyakan tindak lanjut aspirasi yang sebelumnya telah disampaikan kepada anggota legislatif. Mereka meminta lembaga perwakilan rakyat memperhatikan berbagai persoalan yang dinilai membutuhkan evaluasi.

Demo HMI Bandung Soroti Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan

Demo HMI Bandung membawa sejumlah isu yang berkaitan dengan kondisi sosial dan pelaksanaan kebijakan pemerintah. Mahasiswa menyoroti ketimpangan ekonomi, pemerataan pendidikan, layanan kesehatan, serta penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Koordinator lapangan aksi, Rakha Algifhari Budiman, disebut menjadi salah satu pihak yang mewakili penyampaian aspirasi mahasiswa.

Kritik yang disampaikan mencerminkan perhatian HMI terhadap berbagai persoalan yang dianggap perlu mendapatkan tindak lanjut pemerintah.

Dalam sektor ekonomi, mahasiswa mengangkat persoalan ketimpangan dan kerentanan masyarakat kelas menengah. Isu tersebut menjadi bagian dari evaluasi terhadap kebijakan yang dinilai perlu memperhatikan kondisi kehidupan masyarakat secara lebih luas.

Selain ekonomi, pemerataan akses pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian. Mahasiswa menilai kedua sektor tersebut membutuhkan perhatian agar masyarakat memperoleh kesempatan dan layanan yang lebih merata.

Persoalan lingkungan turut masuk dalam materi aksi, terutama mengenai penanganan kebakaran hutan dan lahan. Isu ini memperluas cakupan kritik mahasiswa, tidak hanya pada kebijakan ekonomi dan pelayanan publik, tetapi juga tanggung jawab pemerintah terhadap lingkungan.

Baca juga: UM Bandung Gandeng AMD Indonesia, 300 Mahasiswa Antusias Dalami Teknologi AI

Demo HMI Bandung Desak Evaluasi Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis menjadi salah satu pokok perhatian dalam Demo HMI Bandung. Mahasiswa meminta evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut, termasuk berbagai persoalan yang muncul dalam penerapannya.

Sorotan terhadap MBG berkaitan dengan pelaksanaan program, pengawasan, serta kasus keracunan makanan yang menjadi perhatian publik. Kritik tersebut merupakan aspirasi mahasiswa yang disampaikan dalam demonstrasi, bukan kesimpulan bahwa seluruh pelaksanaan program mengalami masalah.

Mahasiswa juga mengangkat persoalan Koperasi Desa Merah Putih. Program tersebut menjadi bagian dari kritik terhadap kebijakan pemerintah yang menurut mereka perlu ditinjau berdasarkan pelaksanaan dan manfaatnya bagi masyarakat.

Melalui penyampaian aspirasi di depan DPRD Jawa Barat, HMI berharap wakil rakyat dapat meneruskan masukan kepada pemerintah pusat. Mahasiswa juga mempertanyakan sejauh mana aspirasi dari aksi sebelumnya telah ditindaklanjuti.

Baca juga: Demo Mahasiswa Unisba Bandung, 2 November 2026, Warga Diimbau Cari Jalur Alternatif

Aksi HMI Bandung Sempat Mengganggu Lalu Lintas

Pelaksanaan Demo HMI Bandung turut berdampak pada aktivitas kendaraan di sekitar Jalan Diponegoro. Arus lalu lintas tepat di depan gedung DPRD sempat tidak dapat dilalui kendaraan ketika demonstrasi berlangsung.

Kondisi tersebut membuat pengguna jalan perlu memperhatikan situasi di sekitar lokasi. Pengendara yang hendak melintas dapat mempertimbangkan jalur alternatif dan mengikuti arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas.

Informasi mengenai kegiatan menyebutkan massa meninggalkan lokasi sekitar pukul 18.00 WIB. Dengan demikian, gangguan mobilitas yang terjadi berkaitan dengan pelaksanaan aksi pada sore hingga petang tersebut.

Aksi penyampaian pendapat merupakan bagian dari ruang demokrasi yang perlu dihormati. Pada saat bersamaan, pengaturan keamanan dan lalu lintas diperlukan agar kegiatan masyarakat tetap berjalan tertib.

Aspirasi mahasiswa selanjutnya membutuhkan perhatian dari pihak terkait, terutama mengenai tindak lanjut tuntutan yang disampaikan.

Komunikasi antara mahasiswa, DPRD, dan pemerintah menjadi bagian penting dalam memastikan setiap masukan memperoleh tanggapan yang jelas.

Melalui aksi ini, HMI Bandung menyampaikan evaluasi terhadap sejumlah kebijakan selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Berbagai isu yang diangkat memperlihatkan pentingnya keterbukaan dialog dan penjelasan pemerintah atas aspirasi masyarakat.

Sumber: koran.pikiran-rakyat.com

Related Post

Tinggalkan komentar