Dokter Tirta Curhat Soal Menghadapi Akun-Akun Hate Speech di Media Sosial, “Mending Block Daripada Berdebat”

Sekitarbandung.com – Dokter Tirta membagikan pengalamannya dalam menghadapi akun-akun di media sosial yang kerap melontarkan ujaran kebencian atau hate speech. Ceritanya ini kembali menyita perhatian

Dicky Wicaksono

Dokter Tirta Curhat Soal Menghadapi Akun-Akun Hate Speech di Media Sosial, "Mending Block Daripada Berdebat" (Instagram dan X/@dr.tirta)
Dokter Tirta Curhat Soal Menghadapi Akun-Akun Hate Speech di Media Sosial, "Mending Block Daripada Berdebat" (Instagram dan X/@dr.tirta)

Sekitarbandung.com – Dokter Tirta membagikan pengalamannya dalam menghadapi akun-akun di media sosial yang kerap melontarkan ujaran kebencian atau hate speech.

Ceritanya ini kembali menyita perhatian publik karena dianggap sangat relevan dengan dinamika percakapan di platform digital saat ini.

Dilansir dari unggahan akun X @dr.tirta pada Sabtu (29/11/2025), ia memulai curhatannya dengan sebuah pertanyaan yang sering muncul, “Ada gak orang yang buat fake account buat salurin hatespeech? Ada.”

Kalimat pembuka tersebut menjadi awal dari penjelasannya mengenai bagaimana ia menghadapi berbagai komentar yang bersifat negatif maupun provokatif.

Lalu ia menceritakan bahwa dirinya pernah mengirim pesan langsung (DM) kepada dua orang warganet karena komentar mereka dirasa sangat mengganggu dan membuatnya kesal.

Ia mencoba memahami alasan mereka dan akhirnya mendapat respons yang cukup mengejutkan.

Salah satu dari mereka mengaku bahwa konten Dokter Tirta muncul di berandanya saat ia sedang memiliki mood yang tidak stabil.

Oleh karena itu, ia melampiaskan kekesalan dengan menuliskan komentar bernada hate speech. Sedangkan satu orang lainnya berterus terang hanya ingin mendapat perhatian atau dinotice oleh Dokter Tirta.

Dokter Tirta kemudian bertanya lebih jauh apakah mereka menyadari bahwa tindakan tersebut tidak benar dan dapat berdampak buruk.

Responsnya menyatakan bahwa mereka sebenarnya paham, namun berdalih, “Itu kan risikomu jadi figur. Kalau gak mau dicomment, ya ngapain buka comment,” seolah hal tersebut adalah konsekuensi yang harus diterima oleh figur publik.

Baca Juga: Vonis 11 Tahun untuk Dokter Pemerkosa di RSHS Bandung

Akhirnya Dokter Tirta mengakui bahwa dirinya setuju dengan pendapat tersebut sampai batas tertentu. Sejak saat itu, ia memilih untuk lebih bijak dalam menanggapi komentar negatif.

Ia memutuskan bahwa menggunakan fitur blokir adalah cara yang lebih sehat dibandingkan meladeni perdebatan panjang yang menguras energi.

Tujuan ia membuka curhatan ini adalah untuk menjelaskan bahwa kini ia benar-benar melakukan sortir dalam berdebat di media sosial.

Ia menimbang apakah sebuah komentar layak ditanggapi atau lebih baik diabaikan. Jika tidak penting, energinya akan dialihkan untuk hal lain yang lebih bermanfaat. Menurutnya, metode ini cukup efektif menjaga kesehatan mental dan fokusnya.

Unggahan tersebut sontak menarik perhatian banyak warganet. Tidak sedikit yang memberikan dukungan serta menyampaikan bahwa mereka setuju dengan langkah yang diambil oleh Dokter Tirta dalam menyaring interaksi di dunia maya.

Tonton podcast Ferry Irwandi sama @yourbae. Bahkan orang sekelas Ferry Irwandi dulu suka nyinyirin influencer sebelum dia terkenal. Setelah terkenal, semua komennya dihapus. Hebat juga ya punya energi sebesar itu, dan hal itu diakui langsung oleh dia sendiri di podcast tersebut,” ujar akun @fiqri***.

“I mean memang sesimple itu sebenarnya. Gak di game gak di sosial media, ada fitur block ya gunain. Jangan nunggu kesel dulu terus SS dan minta validasi lewat sosial media. Capek sumpah,” ujar akun @handof***.

“Sepertinya memang ada yang begitu. Beberapa kali gue nemu akun dengan komentar aneh dan nyebelin. Kadang gue kepo dan buka profilenya, ternyata replynya rata-rata ngeselin dan melawan arus,” ujar akun @CRS***.

Baca Juga: Tragedi Anggrek Bandung, Dokter Ungkap HS Diduga Alami Serangan Epilepsi di Dalam Mobil

Related Post

Tinggalkan komentar