Sekitarbandung.com – Dua mahasiswa Teknik Bioenergi dan Kemurgi Institut Teknologi Bandung (ITB) berhasil menciptakan inovasi energi alternatif berupa bio briket.
Kedua mahasiswa tersebut yaitu Arsyad Arif Novitrian dan Indah Patricia Suwandoro. Dengan mengembangkan limbah organik seperti daun kering dan serabut kelapa, mereka mengembangkan briket yang efisien, rendah asap, dan sepenuhnya dapat terurai.
Keunggulan bio briket tersebut yaitu sebagai berikut:
- Mudah menyala berkat kandungan volatil dari daun kering.
- Durasi bakar lebih lama karena diperkuat struktur arang dari serabut kelapa.
- Asap dan bau yang dihasilkan lebih rendah dibandingkan pembakaran limbah biasa.
Bahkan saking kerennya, karya ini sudah ditampilkan dalam pameran bertajuk Alice Abyanara’s Legendary, Imagination, Creativity, & Engineering pada 25 September 2025 kemarin di GKU 1 ITB Jatinangor. Pameran tersebut merupakan pameran karya Mahasiswa Bioenergi dan Kemurgi FTI ’24.
Secara ekonomis, produk ini sangat potensial untuk menjadi solusi energi bagi rumah tangga maupun industri kecil. Oleh karena itu, yuk dukung terus inovasi-inovasi karya anak bangsa!
Bio briket sendiri merupakan bahan bakar alternatif yang dibuat dari biomassa atau limbah organik, seperti serbuk kayu, daun kering, sekam padi, hingga serabut kelapa, yang dipadatkan melalui proses tertentu.
Penggunaan bio briket dinilai lebih ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah yang melimpah serta menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil atau pembakaran terbuka.
Selain itu, bio briket juga memiliki nilai ekonomis karena dapat diproduksi secara sederhana, berbiaya relatif murah, dan berpotensi menjadi sumber energi terbarukan yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Baca Juga: Traffic Light AI Bandung Dinilai Belum Efektif Atasi Macet, Pakar ITB Beberkan Alasannya

