Sekitarbandung.com – Banyak orang berpikir bahwa jika ekonomi naik, maka masyarakat akan semakin sejahtera dan kemiskinan pasti turun.
Logika tersebut memang terdengar simpel. Tetapi, satu hal yang perlu digarisbawahi di sini yaitu bahwa realitanya tidak selalu sama dengan apa yang dipikirkan.
Pertumbuhan ekonomi artinya nilai produksi barang dan jasa meningkat, bisnis bisa bergerak, perusahaan mampu berkembang, dan uang berputar lebih banyak.
Tetapi, ada satu pertanyaan penting di balik itu semua yang tidak boleh dilupakan, yaitu siapa yang menikmati pertumbuhan tersebut?
Jika pertumbuhan ekonomi seperti kue yang semakin besar, maka yang mendapatkan potongan besar hanya sedikit orang, sementara yang lain mungkin hanya kebagian remah-remahnya saja.
Begitu juga dengan pertumbuhan ekonomi. Misalnya ekonomi naik karena industri besar, pertambangan, dan perusahaan padat modal.
Nilai ekonominya besar, tetapi tidak menyerap tenaga kerja yang banyak karena lebih mengandalkan mesin, teknologi, dan investasi besar dibandingkan tenaga manusia.
Akibat dari hal tersebut yaitu ekonomi menjadi naik, tetapi sebagian masyarakat yang lain belum ikut merasakan kesejahteraan.
Yang kita butuhkan bukan hanya sekadar angka pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Jadi, apa yang harus dilakukan?
Baca Juga: Siapa Bilang Harta Tidak Dibawa Mati? Simak Penjelasannya Berikut Ini!
Melansir dari unggahan akun Instagram @bpsjabar pada Senin (9/3/2026), berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan:
1. Ciptakan lapangan kerja yang luas.
Pertumbuhan ekonomi akan lebih terasa dampaknya jika membuka banyak pekerjaan. Contohnya sektor manufaktur padat karya, pariwisata, industri kreatif, dan jasa.
Semakin banyak orang bekerja, maka semakin banyak masyarakat yang memiliki penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
2. Mendorong UMKM naik kelas.
UMKM merupakan penyerap tenaga kerja terbesar. Jika UMKM berkembang, misalnya melalui akses modal, pelatihan, digitalisasi, dan perluasan pasar, maka usaha makin besar, produksi meningkat, dan pekerja yang direkrut juga bertambah.
Jadi, dengan kata lain dampaknya akan langsung terasa pada ekonomi masyarakat dan warga juga bisa merasakan kesejahteraan.
3. Meningkatkan pendidikan dan keterampilan.
Banyak orang miskin sebenarnya ingin bekerja, tetapi terkendala oleh keterampilan atau pendidikan.
Dengan pendidikan dan pelatihan yang lebih baik, maka masyarakat mempunyai skill yang dibutuhkan industri, peluang kerja meningkat, dan pendapatan bisa lebih tinggi.
Ini merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan yang ada di masyarakat.
4. Perlindungan sosial yang tepat sasaran.
Tidak semua orang bisa langsung keluar dari kemiskinan. Oleh karena itu, diperlukan program perlindungan sosial, seperti bantuan sosial, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, dan subsidi untuk kelompok rentan.
Tujuannya agar masyarakat miskin tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar sambil meningkatkan kesejahteraannya.
Jadi kesimpulannya, jika ekonomi naik, maka belum tentu angka kemiskinan turun.
Yang penting adalah pertumbuhan ekonomi yang dirasakan semua orang. Bukan hanya besar angkanya, tetapi juga besar manfaat dan dampaknya bagi masyarakat.
Baca Juga: ATM di Bandung yang Sediakan Uang Rp 10 Ribu, Siap untuk Bagi-bagi THR saat Lebaran

