Sekitarbandung.com – Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengajak seluruh masyarakat Kota Bandung untuk mengubah perilaku dalam pengelolaan sampah pada Sabtu (28/2/2026).
Ajakan tersebut disampaikan saat Safari Ramadan ke-10 di Masjid Agung Kota Bandung sebagai bentuk kepedulian di tengah status darurat sampah dan pengawasan pemerintah pusat sejak 14 Januari 2026.
Dalam sambutannya, Farhan menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak akan selesai hanya dengan membayar retribusi dan mengandalkan pengangkutan dari depan rumah.
“Kota Bandung ini kota binaan. Artinya, kita diawasi secara langsung. Pertanyaannya, apa yang sudah kita lakukan? Apakah kita sungguh-sungguh melihat sampah sebagai masalah bersama?” ujarnya.
Tak lupa, ia juga menegaskan bahwa pembayaran biaya angkut tidak menghapus tanggung jawab sosial warga terhadap sampah dapur dan lingkungan sekitar.
“Berapapun yang kita bayar untuk menghilangkan sampah dari pandangan mata kita, itu tidak menghilangkan tanggung jawab sosial kita,” tegasnya.
Oleh karena itu, Pemkot Bandung menghadirkan program Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah (GASLAH) untuk mendorong perubahan perilaku sejak dari rumah.
Program tersebut difokuskan untuk membangun kesadaran dan kepedulian masyarakat dalam memilah serta mengolah sampah di tingkat keluarga dan Rukun Warga.
Baca Juga: Farhan Lantik Empat Pejabat Baru, Langkah Awal Penataan Organisasi Pemerintahan

