sekitarbandung.com – Akhir pekan ini, suasana Kota Bandung kembali semarak dengan hadirnya Festival Literasi Bukan Jumaahan Akbar 2025, sebuah perayaan literasi yang dirancang untuk menjadi wadah temu, diskusi, dan apresiasi karya sastra terbaik dari berbagai penulis, sastrawan, serta pegiat budaya Jawa Barat.
Acara ini berlangsung pada 10–11 Oktober 2025 di Kafe Jante dan Perpustakaan Ajip Rosidi, Jalan Garut No. 2 Bandung, tempat yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan literasi dan diskusi rutin bertajuk Jumaahan dan Bukan Jumaahan.
Ruang Apresiasi dan Refleksi Dunia Literasi
Direktur Festival, Zulfa Nasrullah, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari semangat apresiasi terhadap karya bermutu dan keinginan untuk melihat sejauh mana perkembangan literasi di Jawa Barat.
“Sejak Januari hingga September 2025, lebih dari 140 diskusi sudah kami gelar di Kedai Jante. Melalui Bukan Jumaahan Akbar, kami ingin membuat hajatan besar yang merekam perjalanan diskusi tersebut dalam format festival,” ujar Zulfa.
Tahun ini, acara difokuskan untuk mengapresiasi para peraih penghargaan seperti Khatulistiwa Literary Award 2025 dan Anugerah Sastra Kawistara 2025, dua penghargaan bergengsi yang menyoroti karya sastra bernilai tinggi baik di tingkat nasional maupun lokal.
Baca Juga: The Papandayan Jazz Fest 2025 Rayakan Satu Dekade Jazz Bandung dalam Keberagaman
Peserta dan Narasumber Terkenal
Festival Literasi Bukan Jumaahan Akbar 2025 menghadirkan deretan nama besar di dunia sastra seperti Acep Zamzam Noor, Ahda Imran, Hawe Setiawan, Ahmad Faisal Imran, dan Sarah Monika. Mereka akan hadir dalam berbagai sesi dialog, bedah karya, hingga diskusi tematik seputar kebudayaan dan kehidupan urban.
Selain itu, panitia juga mengundang para peneliti, aktivis lingkungan, serta pegiat hak asasi manusia untuk turut berpartisipasi. Pendekatan ini diharapkan memperluas wawasan peserta mengenai hubungan sastra dengan isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
“Kami ingin menegaskan bahwa literasi bukan sekadar urusan buku, tapi juga tentang memahami manusia dan dunia di sekitarnya,” tambah Zulfa.
Pertunjukan Seni dan Teater
Selain diskusi, acara ini juga akan menampilkan tiga kelompok seni teater dan komunitas puisi yang akan menginterpretasikan karya sastra menjadi bentuk pertunjukan. Pertunjukan ini menjadi simbol sinergi antara sastra, seni pertunjukan, dan ekspresi budaya kontemporer Bandung.
Salah satu penampil yang ditunggu adalah kelompok ApresiaTeater Bandung, yang dikenal dengan gaya visual dan narasi yang kuat dalam membawakan puisi ke panggung.
Bandung, Kota Literasi dan Kreativitas
Bukan tanpa alasan Bandung dipilih sebagai tuan rumah. Kota ini sudah lama dikenal sebagai kota kreatif dengan ekosistem seni dan budaya yang hidup. Dari komunitas diskusi kecil hingga festival berskala nasional, Bandung selalu menjadi ruang tumbuhnya ide dan gerakan literasi baru.
Dengan adanya Bukan Jumaahan Akbar, semangat itu kembali ditegaskan—bahwa Bandung tidak hanya kaya akan musik dan seni rupa, tapi juga literasi yang tumbuh dari ruang-ruang dialog sederhana di kafe dan perpustakaan publik.
Harapan dan Rencana ke Depan
Zulfa berharap acara ini bisa menjadi agenda tahunan yang mempertemukan para pegiat literasi dari berbagai daerah. Ia menegaskan bahwa kerja literasi bukan hanya tugas penulis, tetapi tanggung jawab bersama untuk menjaga budaya berpikir kritis dan berkarya.
“Bukan Jumaahan Akbar adalah bentuk syukur dan refleksi. Kami ingin menjadikan festival ini ruang bersama yang terbuka, bukan hanya bagi pegiat sastra, tapi juga masyarakat umum,” ujarnya.
Selain itu, panitia juga menyiapkan area bazar buku independen dan lokakarya menulis bagi pengunjung. Pengunjung bisa membeli buku langsung dari penerbit lokal, mengikuti workshop menulis kreatif, dan berdialog langsung dengan penulis muda Bandung.
Untuk informasi lebih lanjut tentang jadwal dan kegiatan festival, masyarakat dapat mengunjungi atau mengikuti pembaruan agenda budaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.
Jika ingin update tentang hal di sekitar bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

