Hujan Mulai Terjadi Hampir Tiap Hari, BMKG Imbau Warga Sekitar Bandung Waspada Bencana Hidrometeorologi

Bandung, 19 November 2024 – Warga Bandung Raya diimbau untuk bersiap. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, puncak musim penghujan di sekitar Bandung diprediksi akan tiba lebih

Redaksi Sekitar Bandung

Bandung, 19 November 2024 – Warga Bandung Raya diimbau untuk bersiap. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, puncak musim penghujan di sekitar Bandung diprediksi akan tiba lebih awal, yaitu sejak awal November 2024. Kondisi ini menyimpang dari pola normal yang biasanya terjadi antara Januari hingga Maret.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya peningkatan intensitas curah hujan yang signifikan di bulan November ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. “Biasanya intensitas curah hujan pada bulan November yang menjadi awal musim penghujan masuk kategori rendah atau menengah,” jelas perwakilan BMKG.

Menurut Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu, perubahan pola ini dipicu oleh beberapa faktor. Di antaranya adalah dinamika atmosfer dan faktor lokal yang secara bersamaan mendorong peningkatan curah hujan di Bandung Raya.

Teguh Rahayu menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya, sudah memasuki musim hujan. Hal ini ditandai dengan melemahnya dominasi angin timuran (Monsun Australia) dan bertambahnya tutupan awan konvektif yang signifikan, yang memang berpotensi memicu hujan.

“Awal Musim Hujan di sebagian besar wilayah Jawa Barat dimulai pada Bulan Oktober, kecuali untuk Tasikmalaya dan Pangandaran pada dasarian 3 September, dan Karawang, Bekasi, Subang dan Indramayu pada awal dan pertengahan November,” terang Teguh Rahayu dalam keterangan resminya, Selasa (19/11/2024).

Dengan dimulainya musim hujan lebih awal dan intensitas yang tinggi, BMKG kembali mengingatkan warga untuk waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Persiapan diri dan lingkungan menjadi kunci untuk menghadapi kondisi cuaca yang berubah ini.

baca juga : Kenaikan Pajak Kendaraan 2025: Dorongan PAD Versus Potensi Dampak Ekonomi

Lebih lanjut, Teguh mengimbau seluruh masyarakat untuk waspada terhadap potensi dampak cuaca ekstrem. Meskipun hujan intensif, suhu terik di siang hari akibat pertumbuhan awan konvektif juga perlu diwaspadai. Sebaliknya, pada sore dan malam hari, potensi hujan lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang sangat mungkin terjadi.

“Bagi yang sedang beraktivitas di luar ruangan, apabila terjadi cuaca buruk berupa cuaca panas, maupun hujan diharapkan untuk berlindung di tempat yang aman,” imbau Teguh. Ini krusial untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan.

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah rawan, seperti daerah yang sering dilanda banjir, tanah longsor, dan sebagainya, Teguh juga mengingatkan agar mengenali segala potensi bencana yang berada di wilayahnya. Pengetahuan lokal tentang tanda-tanda awal bencana dapat menjadi penyelamat.

Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan model probabilistik, Teguh Rahayu menerangkan bahwa cuaca di wilayah Jawa Barat pada umumnya akan berawan hingga cerah berawan. Namun, ada potensi hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat di sebagian wilayah Jawa Barat, termasuk Bandung Raya. Selain itu, potensi angin kencang juga masih akan terjadi di beberapa daerah.

Faktor pendukung utama peningkatan potensi hujan di Bandung Raya adalah pengaruh lokal. “Di Bandung Raya terdapat pengaruh lokal yang mendukung potensi pertumbuhan awan konvektif yakni kelembapan udara yang lembap pada lapisan 850 mb dan 700 mb wilayah Bandung Raya yaitu 55–95%,” sambungnya. Kelembapan tinggi ini menjadi bahan bakar bagi pembentukan awan hujan.

BMKG juga mencatat fluktuasi suhu yang cukup signifikan. Berdasarkan catatan analisis suhu minimum dan maksimum BMKG pada 11-17 November 2024, suhu minimum di Bandung Raya berkisar antara 19 – 22 °C, sedangkan suhu maksimumnya berkisar antara 29.0 – 31.0 °C. Perbedaan suhu yang cukup jauh antara siang dan malam ini juga dapat memengaruhi kondisi fisik masyarakat.

Dengan dimulainya musim hujan lebih awal dan intensitas yang tinggi, BMKG kembali mengingatkan warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Persiapan diri dan lingkungan menjadi kunci untuk menghadapi kondisi cuaca yang berubah ini.

Apakah Anda sudah mempersiapkan diri dan lingkungan di sekitar Anda untuk menghadapi perubahan cuaca ini?

Redaktur: Abah Iwan

baca juga : Tragedi Mencekam di Aktau: Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh Usai Tabung Oksigen Meledak, ‘Bird Strike’ Jadi Pemicu?

Tags

Related Post

Tinggalkan komentar