Jutaan Rakyat Turun ke Jalan karena Harga Bensin Naik, Awal Mula Keruntuhan Orde Baru

Sekitarbandung.com – Memasuki awal tahun 1998, Indonesia sedang berada di titik terendah. Pasalnya, krisis finansial Asia membuat nilai tukar rupiah hancur lebur. Harga bahan pokok

Dicky Wicaksono

Jutaan Rakyat Turun ke Jalan karena Harga Bensin Naik, Awal Mula Keruntuhan Orde Baru
Jutaan Rakyat Turun ke Jalan karena Harga Bensin Naik, Awal Mula Keruntuhan Orde Baru

Sekitarbandung.com – Memasuki awal tahun 1998, Indonesia sedang berada di titik terendah. Pasalnya, krisis finansial Asia membuat nilai tukar rupiah hancur lebur.

Harga bahan pokok meroket, ribuan perusahaan bangkrut, dan gelombang PHK massal terjadi di mana-mana. Di tengah keputusasaan ini, pemerintah justru mengambil langkah yang teramat fatal.

Menteri Pertambangan dan Energi saat itu terpaksa memotong subsidi negara dan mengumumkan kenaikan harga BBM yang langsung berlaku keesokan harinya karena berada di bawah tekanan International Monetary Fund (IMF) pada 4 Mei 1998.

Rakyat Mulai Tersiksa

Kenaikannya sangat drastis dan memukul telak rakyat kecil. Harga bensin Premium melonjak 71 persen dari Rp700 menjadi Rp1.200 per liter. Solar naik dari Rp380 menjadi Rp600.

Namun, yang paling mencekik rakyat adalah harga minyak tanah, bahan bakar utama dapur ibu rumah tangga pada masa itu, yang ikut dinaikkan sebesar 25 persen.

Amukan Massa Mulai Terjadi

Efek dari pengumuman tersebut meledak seketika. Kota Medan, Sumatera Utara, menjadi wilayah pertama yang lumpuh oleh amuk massa.

Ratusan toko dijarah dan kendaraan dibakar. Warga yang panik karena kesulitan ekonomi berbaur dengan amarah mahasiswa. Kerusuhan berdarah di Medan ini menjadi “gladi resik” dari petaka yang jauh lebih besar.

Baca Juga: Hari Ini Aliansi BEM Se-Jabar Gelar Aksi “Indonesia Darurat” di Depan Gedung DPRD Jabar

Kenaikan BBM menyatukan berbagai elemen masyarakat yang selama ini bungkam.

Aksi demonstrasi mahasiswa yang awalnya hanya memprotes krisis ekonomi kini mengkristal menjadi satu tuntutan mutlak yang sebelumnya tabu untuk diucapkan, yaitu “turunkan Soeharto!”.

Bentrokan di Ibu Kota

Jalanan ibu kota mulai dikuasai gelombang massa. Pasalnya, seminggu setelah harga BBM naik, tepatnya pada 12 Mei 1998, bentrokan mematikan terjadi di Universitas Trisakti, Jakarta.

Empat mahasiswa tewas tertembak aparat. Darah yang tumpah itu menjadi katalis utama Kerusuhan Mei 1998 yang meluluhlantakkan Jakarta.

Soeharto Mundur

Hanya membutuhkan waktu 17 hari sejak kenaikan BBM diumumkan hingga sejarah mencatat akhirnya, yaitu pada 21 Mei 1998, Soeharto mundur dari jabatan presiden.

Kebijakan menaikkan harga BBM beberapa ratus perak ternyata harus dibayar mahal dengan runtuhnya rezim terkuat yang pernah menguasai Nusantara selama 32 tahun.

Baca Juga: Kisah Akhir Hayat Soeharto, Padahal Hendak Diadili Kasus Orde Baru

Related Post

Tinggalkan komentar