sekitarBANDUNGcom, Bandung, 23 Agustus 2023 – Situasi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), semakin mengkhawatirkan. Api yang membakar tumpukan sampah di lokasi tersebut telah berlangsung selama lima hari, memicu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk menetapkan status “Darurat Bencana”. Keputusan ini diambil sebagai respons atas meluasnya area kebakaran dan ancaman serius terhadap kesehatan ribuan warga sekitar.
Deklarasi Darurat Bencana oleh Bupati Hengky Kurniawan
Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan, secara langsung mengambil langkah cepat dalam menyikapi bencana kebakaran ini. “Saya sudah langsung menelepon Pak Gubernur mengenai hal ini. Dan saya telah membuat surat penetapan kebakaran di TPA Sarimukti sebagai darurat Bencana,” terang Hengky saat ditanya awak media pada 23 Agustus 2023. Deklarasi status darurat bencana ini sangat penting karena memungkinkan mobilisasi sumber daya yang lebih cepat dan koordinasi yang lebih efektif dari berbagai instansi terkait, baik di tingkat lokal maupun provinsi.
Baca juga : Ketegangan Thailand vs Kamboja Meningkat, Siapa Unggul Secara Militer?
Kebakaran Masuki Hari Ke-5, Lahan 11,7 Hektar Hangus
Kebakaran di TPA Sarimukti ini bermula pada 19 Agustus 2023 malam hari, dan kini telah memasuki hari kelima. Dalam rentang waktu tersebut, api telah melahap area yang sangat luas. Berdasarkan pantauan dan data awal, api telah menghanguskan sekitar 11,7 hektar di lokasi kejadian. Skala kebakaran yang mencapai puluhan hektar ini menunjukkan betapa masifnya dampak yang ditimbulkan dan sulitnya upaya pemadaman.
Petugas Damkar Lintas Daerah Berjibaku Padamkan Api di TPA Sarimukti
Untuk menanggulangi kejadian ini, lebih dari 70 petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) gabungan dari berbagai daerah telah dikerahkan. Mereka berasal dari Damkar Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Cimahi, Kota Bandung, hingga Cianjur. Para petugas ini terus berjibaku tanpa henti memadamkan titik-titik api yang terus muncul di TPA Sarimukti.
Pemadaman api di TPA memiliki tantangan tersendiri. Tumpukan sampah yang sangat tinggi dan padat seringkali menyebabkan api membara di bagian dalam (deep-seated fire), yang sulit dijangkau oleh semprotan air dari permukaan. Selain itu, produksi gas metana dari dekomposisi sampah organik juga sangat mudah terbakar dan dapat memicu ledakan kecil, membuat proses pemadaman menjadi lebih berbahaya dan rumit. Petugas harus menggunakan alat berat untuk membongkar tumpukan sampah agar air dapat menjangkau titik api di bagian dalam.
Ancaman Asap Tebal dan Penyakit Pernapasan di Sekitar TPA
Dampak paling langsung dan mengkhawatirkan dari kebakaran ini adalah asap tebal yang terus-menerus mengepul. Dari pantauan redaksi, asap tebal menyelimuti desa-desa yang berada dekat dengan TPA Sarimukti. Polusi udara yang diakibatkan oleh asap ini sangat berbahaya bagi kesehatan.
Potensi penyakit pernapasan, khususnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), kini tengah mengancam ribuan masyarakat desa yang bermukim di sekitar TPA. Paparan asap dalam jangka panjang dapat menyebabkan batuk, sesak napas, iritasi mata, dan masalah pernapasan serius lainnya. Anak-anak, lansia, dan individu dengan riwayat penyakit pernapasan menjadi kelompok yang paling rentan terhadap ancaman kesehatan ini. Pemerintah daerah dan dinas kesehatan setempat perlu segera mengambil langkah-langkah untuk memberikan bantuan medis dan masker gratis kepada warga terdampak.
Langkah Mitigasi dan Harapan ke Depan
Penetapan status darurat bencana oleh Pemkab Bandung Barat adalah langkah awal yang penting untuk mengatasi krisis ini. Status ini memungkinkan pemerintah untuk mengalokasikan dana darurat, mengerahkan lebih banyak personel dan peralatan, serta mengaktifkan posko-posko kesehatan dan pengungsian jika diperlukan.
Selain upaya pemadaman, perhatian juga harus diberikan pada dampak jangka panjang, termasuk pengelolaan sampah di seluruh Bandung Raya yang terganggu akibat tidak beroperasinya TPA Sarimukti secara normal. Diperlukan solusi komprehensif dan berkelanjutan untuk mengelola sampah, seperti upaya pengurangan sampah dari sumbernya, pemilahan, daur ulang, hingga pembangunan fasilitas pengolahan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan. Krisis TPA Sarimukti adalah pengingat pahit akan pentingnya manajemen sampah yang baik demi kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
Baca juga : Penertiban PKL Gegerkalong: Warga Langsung Gelar Aksi Bersih

