Kereta Kilat Padjajaran: Rencana Transportasi Cepat Jakarta–Bandung–Priangan Timur

sekitarbandung.com – Kereta Kilat Padjajaran menjadi salah satu proyek transportasi massal yang diumumkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam acara bersama Menteri Perhubungan dan PT KAI.

Aracely Azwa

Kereta Kilat Padjajaran

sekitarbandung.comKereta Kilat Padjajaran menjadi salah satu proyek transportasi massal yang diumumkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam acara bersama Menteri Perhubungan dan PT KAI. Rencana ini menjadi perhatian publik karena digadang mampu memangkas waktu tempuh antara Jakarta, Bandung, hingga Priangan Timur secara signifikan.

Kereta Kilat Padjajaran Jadi Proyek Strategis Baru Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), memaparkan bahwa kerja sama Pemprov Jabar dan PT KAI mencakup sejumlah program besar. Dari keseluruhan rencana, Kereta Kilat Padjajaran menjadi yang paling disorot karena dianggap akan membawa dampak besar bagi mobilitas dan ekonomi wilayah.

Proyek ini dirancang untuk menghubungkan tiga wilayah utama:

  • Jakarta (Gambir)

  • Kota Bandung

  • Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Banjar)

Waktu Tempuh Jakarta–Bandung Hanya 1,5 Jam

Menurut KDM, Kereta Kilat Padjajaran diproyeksikan memangkas waktu perjalanan dengan signifikan, yaitu:

  • Gambir – Kota Bandung: sekitar 1,5 jam

  • Bandung – Banjar: hanya 2 jam, melalui rute Garut dan Tasikmalaya

Waktu tempuh ini disebut jauh lebih cepat dibandingkan moda transportasi publik maupun kendaraan pribadi yang saat ini masih bergantung pada lalu lintas darat yang sering macet.

Baca Juga: Kasus Kematian Raditya Allibyan di Bandung: Fakta, Autopsi, dan Proses Hukum

Mulai Studi Tahun 2026

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat menyampaikan melalui laman resminya bahwa proyek Kereta Kilat Padjajaran akan memasuki tahap studi komprehensif pada 2026.
Studi ini mencakup:

  • Analisis rute

  • Kelayakan ekonomi

  • Teknologi kereta cepat yang akan digunakan

  • Dampak lingkungan dan sosial

  • Integrasi dengan transportasi lain seperti KRL, Damri, dan kereta eksisting PT KAI

Setelah studi selesai, barulah proyek masuk ke tahap desain akhir serta persiapan pembangunan.

Dukungan dari Pemerintah Pusat dan PT KAI

Kehadiran Menteri Perhubungan dalam agenda ini menandakan adanya dukungan kuat dari pemerintah pusat. PT KAI sebagai operator juga disebut siap terlibat dalam penyediaan teknologi, sumber daya manusia, dan integrasi jalur.

Kereta Kilat Padjajaran diyakini akan menjadi bagian dari pengembangan jaringan transportasi cepat di Jawa Barat yang sebelumnya telah memiliki KRL, LRT, dan KA Feeder menuju kawasan tertentu.

Manfaat Transportasi Kereta Kilat Padjajaran

Proyek ini diharapkan membawa manfaat besar, seperti:

  • Mobilitas lebih cepat antara Jakarta, Bandung, dan Priangan Timur

  • Peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah penyangga

  • Pemerataan akses transportasi bagi masyarakat

  • Pengurangan beban kemacetan di jalur selatan Jawa Barat

  • Waktu perjalanan wisata dan bisnis lebih efisien

Jika terealisasi, ini akan menjadi salah satu moda transportasi tercepat di Jawa Barat.

Baca Juga: Bank Sampah Induk Bandung Ajak Warga Menabung dari Sampah Anorganik

Antusiasme dan Harapan Publik

Publik, khususnya warga Bandung, Garut, Tasikmalaya, dan Banjar, menyambut antusias rencana ini. Banyak yang berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan tidak mengalami penundaan panjang seperti sejumlah proyek transportasi lainnya.

Jika ingin update tentang hal di sekitar Bandung, selalu kunjungi website sekitarbandung.com

Related Post

Tinggalkan komentar