Sekitarbandung.com – Setiap tanggal 1 Juni, rakyat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Garuda Pancasila dikibarkan di berbagai tempat.
Hal tersebut menjadi simbol persatuan dan identitas bangsa. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui kisah pria di balik lahirnya lambang negara tersebut.
Sultan Hamid II
Pria tersebut bernama Sultan Hamid II, seorang tokoh yang dipercaya untuk memimpin perancangan lambang negara Indonesia pada masa awal kemerdekaan.
Dari tangannya lahir rancangan yang kemudian berkembang menjadi Garuda Pancasila yang kita kenal hingga saat ini.
Rancangannya berhasil mengungguli sejumlah desain lain dan memperoleh persetujuan dari pemerintah.
Karyanya kemudian menjadi simbol resmi negara yang terpampang di sekolah, kantor pemerintahan, hingga Istana Negara.
Namanya seharusnya dikenang sebagai bagian penting dari sejarah Indonesia. Namun, sejarah justru berkata lain.
Saat Indonesia masih dilanda gejolak politik pasca-kemerdekaan, Sultan Hamid II terseret dalam salah satu peristiwa paling kontroversial pada tahun 1950.
Namanya dikaitkan dengan gerakan APRA yang dipimpin oleh Raymond Westerling.
Baca Juga: Misteri Hilangnya Ribuan Pemuda, Dijanjikan Jadi Pahlawan tetapi Berakhir Tragis
Dituduh oleh Pemerintah
Pemerintah saat itu menuduh Sultan Hamid II terlibat dalam rencana kudeta terhadap Republik Indonesia Serikat. Kasus ini menjadi sorotan nasional dan mengubah hidupnya untuk selamanya.
Dari seorang pejabat negara, dalam waktu yang relatif singkat ia berubah menjadi terdakwa dalam perkara yang mengguncang Indonesia.
Dinyatakan Bersalah
Pengadilan kemudian menyatakan dirinya bersalah. Sultan Hamid II dijatuhi hukuman penjara selama kurang lebih 10 tahun.
Sejak saat itu, namanya perlahan menghilang dari panggung sejarah, sementara Garuda Pancasila ciptaannya tetap berdiri di atas berbagai institusi negara.
Puluhan tahun berlalu. Garuda Pancasila terus dihormati sebagai lambang negara, tetapi nama perancangnya nyaris tidak pernah disebut.
Belakangan, berbagai penelitian kembali mengangkat perannya dan memunculkan perdebatan baru mengenai sosok Sultan Hamid II.
Fakta yang Tidak Bisa Diubah
Hingga hari ini, satu fakta tidak berubah. Setiap kali kita melihat Garuda Pancasila, kita sedang melihat karya seorang pria yang pernah dipenjara dan dilupakan.
Bahkan, pria tersebut juga menjadi salah satu tokoh paling kontroversial dalam sejarah Indonesia. Namanya adalah Sultan Hamid II.
Baca Juga: Patung Pancoran Berdiri Gagah di Jakarta, di Baliknya Ada Air Mata Soekarno

