Sekitarbandung.com – Sudah rajin lari selama tiga bulan, lalu skip satu minggu karena pekerjaan sedang hectic. Saat akan memulai lagi, jantung terasa seperti akan meledak. Mengapa begitu?
Karena lari sangat berbeda dengan olahraga lain seperti angkat beban. Bolos gym seminggu, otot tidak langsung kempes karena mempunyai tabungan muscle memory yang awet.
Tetapi lari benar-benar memerlukan perhatian khusus. Begitu berhenti, tubuh akan langsung masuk ke mode detraining, yaitu memaksa tubuh kembali ke setelan pabrik.
Dimulai dari Jantung
Semua dimulai dari jantung yang tiba-tiba baper. Baru libur beberapa hari, jumlah darah di tubuh mulai menyusut. Efeknya, jantung harus kerja rodi untuk memompa darah yang semakin sedikit.
Itulah mengapa tidak heran kalau baru lari sebentar, detak jantung langsung berdebar sangat kencang dan napas menjadi ngos-ngosan.
Lalu, tabungan napas pun ikut bocor. Aset termahal pelari adalah napas (VO2 Max), tetapi ini yang paling cepat hangus. Absen dua minggu saja, tabungan oksigen akan turun sebesar 7 persen.
Satu bulan libur maka akan kehilangan 20 persen kemampuan napas. Inilah yang membuat langsung megap-megap dan tenggorokan berasa kering, padahal lari baru saja dimulai.
Kemampuan Otot Merosot Tajam
Tidak hanya napas, kemampuan otot untuk menyimpan glikogen alias bahan bakar utama lari juga merosot tajam hanya dalam hitungan hari.
Itulah alasan mengapa baru lari sebentar saja kaki sudah langsung terasa berat seperti sedang dicor semen.
Baca Juga: 11 Olahraga Durasi 15 Menit yang Efektif dan Tak Berat Dilakukan oleh Pemula
Alasan Tubuh Posesif
Secara evolusi, tubuh kita sangat membenci pemborosan. Mempertahankan jantung dan paru-paru yang kuat itu membutuhkan energi yang sangat besar.
Begitu berhenti lari, otak akan langsung mengambil langkah efisiensi dengan membuang sistem oksigen yang tidak diperlukan lagi demi menghemat kalori.
Berbeda dengan angkat beban. Bolos 3-4 minggu, otot tidak langsung kempes. Tetapi lari merupakan olahraga high maintenance yang menuntut latihan secara rutin.
Lari Wajib Konsisten
Olahraga ini memang tidak didesain untuk orang yang hanya datang saat semangat, lalu menghilang saat bosan. Mempertahankan ritme lari itu bukti bahwa mempunyai kedisiplinan di atas rata-rata.
Karena latihan hari ini adalah hasil konsistensi hari ini, bukan hasil dari tabungan latihan bulan lalu. Ini juga alasan mengapa pelari biasanya mempunyai mental baja.
Baca Juga: 4 Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan di Rumah agar Tubuh Tetap Fit

