Lari Saat Pilek Bahaya atau Tidak? Jangan Nekat dan Ketahui Dulu Batas Amannya!

Sekitarbandung.com – Dalam dunia medis, terdapat satu panduan sederhana untuk menentukan apakah seseorang masih boleh berlari saat sedang pilek, yaitu The Neck Rule (Aturan Leher).

Dicky Wicaksono

Lari Saat Pilek Bahaya atau Tidak? Jangan Nekat dan Ketahui Dulu Batas Amannya!
Lari Saat Pilek Bahaya atau Tidak? Jangan Nekat dan Ketahui Dulu Batas Amannya!

Sekitarbandung.com – Dalam dunia medis, terdapat satu panduan sederhana untuk menentukan apakah seseorang masih boleh berlari saat sedang pilek, yaitu The Neck Rule (Aturan Leher).

Aturan Leher digunakan untuk melihat batas aman apakah tubuh masih dapat mentoleransi aktivitas fisik saat kondisi sedang kurang fit.

Cara mengeceknya cukup sederhana, yaitu dengan melihat lokasi gejala sakit yang paling terasa. Kuncinya sangat sederhana, yaitu:

“Apakah di atas leher atau di bawah leher?”

Cara Aturan Leher

Cara menggunakan Aturan Leher yaitu sebagai berikut:

  1. Jika di atas leher (seperti bersin atau hidung meler), maka masih boleh berlari.
  2. Jika di bawah leher (seperti batuk berdahak, sesak napas, atau nyeri dada), maka wajib istirahat total.
  3. Jika suhu tubuh sudah mencapai 38°C atau lebih, maka sebaiknya lupakan keinginan untuk berlari.

Baca Juga: Momen Ketika Lari Malam Lupa Bawa Earphone, Cowok ini Ajak Pengamen Mengikutinya

Alasan Patokannya Harus Leher

Hal tersebut karena leher menjadi salah satu tolok ukur kesiapan sistem imun tubuh. Menurut Dr. David Nieman, efek olahraga terhadap sistem imun memiliki hubungan yang unik. Konsep ini dikenal sebagai Teori Kurva-J.

Aktivitas ringan dapat memberikan dampak positif dengan membantu mengaktifkan respons imun tubuh. Namun, jika aktivitas dilakukan terlalu berat, justru dapat menurunkan fungsi imun secara drastis dan membuat tubuh lebih rentan saat melawan virus.

Alasan Aktivitas Ringan Bikin Badan Enakan

Saat melakukan lari santai, gerakan tubuh membantu memperlancar sirkulasi sehingga sel dan komponen pertahanan tubuh dapat bergerak lebih aktif.

Ditambah dengan pelepasan hormon epinefrin, saluran hidung yang tersumbat juga dapat terasa lebih lega.

Jadi, lari santai saat pilek bukan sesuatu yang selalu salah. Namun, hal ini hanya berlaku jika dilakukan secara ringan dan gejalanya tidak melewati area di bawah leher.

Tetapi, kalau tubuh sudah memberi sinyal untuk beristirahat, maka beristirahatlah dan jangan dipaksakan.

Baca Juga: Kontroversi Teknologi Sepatu Lari yang Bisa Buat Pelari Jadi Lebih Ringan dan Cepat

Related Post

Tinggalkan komentar